reginternasional

Begini Tantangan Jokowi pada Klaim Deddy Sitorus Terkait Kirim Utusan untuk Membatalkan Pemecatan dari PDIP: Sebutkan Siapa, Biar Jelas

Sabtu, 15 Maret 2025 | 12:30 WIB
Potret Jokowi dan Deddy Sitorus - menyoal bantahan kirim utusan kepada PDIP tentang pembatalan pemecatan. (Kolase Instagram/jokowi-deddyyevrisitorus)

KALIMANTANSATU.COM - Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus mengklaim Jokowi telah mengirim utusan untuk menemui jajaran pengurus partai.

Ia mengklaim jika utusan tersebut menyampaikan pesan agar Jokowi tidak dipecat dari PDIP.

Deddy juga menyatakan jika utusan tersebut memberi informasi jika saat ini, ada 9 orang politikus PDIP yang sedang diincar oleh polisi dan KPK.

“Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember, itu ada utusan yang menemui kami, memberitahu bahwa Sekjen harus mundur,” kata Deddy dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta pada Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga: Kena Sidak, Ifan Seventeen Telat 40 Menit Saat DPR Sambangi Kantor PFN

“Lalu jangan pecat Jokowi dan menyampaikan ada sekitar sembilan orang dari PDIP yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK,” imbuhnya.

Deddy tak menyebutkan siapa utusan tersebut namun memberi petunjuk kalau ia adalah sosok yang memiliki kewenangan.

“Itu disampaikan oleh orang yang sangat berwenang,” tambahnya.

Merespon pernyataan Deddy, Jokowi balik menantang untuk membuka siapa utusan yang dimaksud.

“Ya Harusnya disebutkan siapa gitu lho biar jelas, nggak ada (mengirim utusan)” kata Jokowi saat menemui media di rumahnya di Solo pada Jumat, 14 Maret 2025.

“Kepentingannya apa coba saya mengutus untuk itu, kepentingannya apa, coba logikanya,” pungkasnya.

Merasa Tak Punya Kepentingan, Jokowi Bantah Kirim Utusan pada PDIP untuk Membatalkan Pemecatannya

“Nggak ada, harusnya disebutkan siapa gitu lho biar jelas, nggak ada,” bantah Jokowi saat ditemui wartawan di kediamannya di Solo pada Jumat, 14 Maret 2025.

Ia juga mempertanyakan kepentingan seperti apa yang harus membuatnya mengirim utusan kepada PDIP.

“Kepentingannya apa coba saya mengutus untuk itu, kepentingannya apa, coba logikanya,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini