reginternasional

Bareskrim Polri Pastikan Ijazah Jokowi Identik, Sampaikan Bukti dan Hasil Pemeriksaannya saat Konferensi Pers

Kamis, 22 Mei 2025 | 19:20 WIB
Polri nyatakan ijazah sarjana Jokowi asli, tak ditemukan unsur pidana. Baca hasil penyelidikan lengkapnya di sini. (HukamaNews.com / Antara)

KALIMANTANSATU.COM - Bareskrim Polri memastikan keaslian ijazah Joko Widodo setelah melakukan perbandingan dengan ijazah milik tiga alumni seangkatan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan terhadap laporan dugaan ijazah palsu yang menyeret nama mantan kepala negara.

“Uji banding ini dilakukan terhadap ijazah asli milik Bapak Jokowi, dan tiga ijazah pembanding dari rekan seangkatan beliau di UGM dengan tahun kelulusan yang sama,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers di Bareskrim, Kamis (22/5/2025).

Menurut Djuhandhani, uji forensik laboratorium menunjukkan seluruh elemen ijazah tersebut identik.

Baca Juga: Tepis Dugaan Isu Ijazah Palsu Jokowi Semasa Sekolah, Bareskrim Polri : Lulusan SMA 6 Surakarta Tahun 1980

Pemeriksaan meliputi jenis kertas, tulisan, hingga map penyimpanan dokumen.

“Map yang digunakan untuk menyimpan ijazah Pak Jokowi itu masih sama persis dengan map milik rekan-rekannya. Bahkan, map tersebut kondisinya sudah kumal," katanya.

Hal tersebut dinilai memperkuat bukti bahwa dokumen tersebut memang dikeluarkan secara resmi oleh UGM pada periode waktu yang bersangkutan.

Sebelumnya, Bareskrim menerima laporan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) terkait dugaan pemalsuan ijazah mantan Presiden Jokowi.

Namun setelah serangkaian klarifikasi dengan sejumlah pihak, termasuk pihak UGM, penyelidikan tidak menemukan tanda-tanda pemalsuan.

Baca Juga: Update Berita Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Bareskrim Polri Klaim Uji Labfor Skripsi Ayah Gibran di UGM Hasilnya Identik

Djuhandhani juga menjelaskan bahwa proses uji forensik dilakukan secara menyeluruh, termasuk memeriksa bahan kertas, sistem pengamanan kertas, jenis bahan cetak, tinta tulisan tangan, cap stempel, serta tinta tanda tangan dari dekan dan rektor UGM.

"Dari peneliti tersebut maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama," jelasnya.

(*)

Tags

Terkini