reginternasional

Singgung ‘Kabur Aja Dulu’ di Kongres PSI 2025, Presiden Prabowo Subianto: Ini Rekayasa, Koruptor-koruptor Itu yang Biayai

Selasa, 22 Juli 2025 | 08:36 WIB
Presiden Prabowo saat hadiri penutupan Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube PSI)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden Prabowo mengatakan bahwa penggunaan teknologi saat ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang membuat gaduh Indonesia oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 di Solo pada Minggu, 20 Juli 2025.

Prabowo menyebut bahwa PSI adalah partai yang memiliki banyak kader anak muda, sehingga berani melakukan terobosan-terobosan.

Baca Juga: Sentil ‘Indonesia Gelap’ saat Kongres PSI 2025, Presiden Prabowo Subianto: Sorry Ye, Indonesia Cerah!

“Saudara berani menggunakan teknologi-teknologi yang baru, ingat, rakyat Indonesia di tahun 2025 ke depan bukan rakyat Indonesia tahun 90-an,” ujar Prabowo dari atas podium Kongres PSI pada Minggu malam, 20 Juli 2025.

“Rakyat Indonesia punya gadget semua, rakyat Indonesia menangkap siapa pemimpin yang benar dan siapa yang tidak benar,” imbuhnya.

Ia kemudian menyoroti tentang penggunaan teknologi yang memunculkan rasa pesimisme di kalangan masyarakat.

“Memang ada usaha tadi menggunakan teknologi, menggunakan uang, menggunakan sosmed, membayar pakar-pakar nyinyir, menghidupkan pesimisme, saya geleng-geleng kepala,” tambahnya.

Prabowo lantas menyebut tentang ada orang yang dianggap pintar dan pemimpin, tapi menyebarkan pesimisme.

Baca Juga: Viral Emak-emak di Mempawah Adu Mulut dengan Petugas Gegara Kesal Jalan Ditutup untuk Car Free Day

“Indonesia gelap, kabur aja deh, kabur aja lu,” kata Prabowo.

“Emang gampang lu di situ, di luar negeri, di mana lu, lu dikejar-kejar di situ,” ujarnya berapi-api.

Ia kemudian mengklaim bahwa ajakan-ajakan tersebut adalah hasil dari orang-orang yang selalu ingin membuat kegaduhan di Indonesia.

“Ternyata memang ini adalah rekayasa, ini dibuat-buat, ini dibayar, oleh siapa? Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, selalu miskin. Koruptor-koruptor itu yang biayai demo-demo itu,” tandasnya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini