reginternasional

Utang Whoosh Jadi Polemik Panas ! Presiden Prabowo Subianto Ambil Tanggung Jawab dan Bilang Nggak Usah Khawatir

Selasa, 4 November 2025 | 19:05 WIB
Presiden Prabowo tegaskan ambil tanggung jawab soal Whoosh. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto memberi ketegasan soal polemik Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh yang saat ini tengah jadi perbincangan.

Prabowo menyatakan dirinya sebagai kepala negara akan bertanggung jawab atas Whoosh dengan utang Rp116 triliun yang dimiliki.

Ketua Umum Partai Gerindra itu meyakinkan pada rakyat Indonesia bahwa negara akan mampu menyelesaikan polemik utang.

Prabowo Pelajari soal Whoosh, Minta Rakyat Tak Perlu Khawatir

Saat menghadiri revitalisasi Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat pada Selasa, 4 November 2025, Prabowo mengungkapkan telah mempelajari polemik yang dihadapi Whoosh.

Baca Juga: Tantang Dirut KAI ! Presiden Prabowo Subianto Setuju Anggaran Rp5 Triliun untuk Pembangunan 30 Rangkaian Kereta Api Baru

“Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat mengisi sambutannya.

“Indonesia bukan negara sembarangan, kita hitung nggak ada masalah itu,” tambahnya.

Prabowo juga menyelipkan pesan pada PT KAI (Persero) untuk tak mengkhawatirkan utang Whoosh yang sempat disebut oleh Dirut KAI, Bobby Rasyidin sebagai bom waktu bagi negara.

“Jadi, PT KAI nggak usah khawatir, semua nggak usah khawatir, kita layani rakyat kita,” imbuhnya.

“Teknologi, semua sarana itu tanggung jawab bersama dan itu di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh,” tegasnya.

Prabowo juga meminta agar persoalan Whoosh tidak dipolitisasi dan menduga ada pihak yang sengaja menunggangi isu tersebut.

Baca Juga: Kehadiran Pesawat A400M Perkuat Pertahanan Udara RI, Presiden Prabowo Subianto akan Negosiasi Empat Unit Lagi

“Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak-pihak yang enggak tahu dari mana yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat,” sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini