reginternasional

Seskab Teddy Indra Wijaya Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Kunjungan Kerja Luar Negeri Prabowo, Jelaskan Manfaat Nyata bagi Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 | 14:33 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya menjelaskan ihwal kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo yang membuahkan hasil nyata. (Dok. Sekretariat Kabinet RI)

Teddy lantas menjawab tudingan yang menyebut kunjungan luar negeri Prabowo hanya demi gagah-gagahan atau seremonial itu adalah tudingan yang salah besar.

Pasalnya, Seskab Teddy menilai aksi diplomasi yang dipimpin Prabowo selama 1,5 tahun terakhir telah membuahkan hasil konkret alias nyata.

Baca Juga: Pahami Apa itu Running Trade Saham ! Terutama Buat Kamu yang Sering Nyangkut Terlambat Entri Buy atau Terjebak saat Momentum Saham Mulai Melemah

Hasil Kerja Sama BRICS hingga Kampung Haji

Seskab Teddy menyebutkan, hasil diplomasi Prabowo mulai kelanjutan kerja sama dalam BRICS yang membuat kondisi BBM dan stok pangan tetap aman di tengah konflik global.

Kemudian, Teddy menyebut tarif 0 persen dari Uni Eropa yang baru terwujud di era kepresidenan Prabowo pada 2025 lalu, dan jumlah investasi yang masuk.

"Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun, itu data dari BKPM," sebut Teddy.

"Kemudian, contoh konkret lagi ini, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan kKorea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun," tambahnya.

Di sisi lain, Teddy juga menyinggung soal kekuatan tempur atau alutsista Indonesia saat ini, penyelenggaraan haji serta terwujudnya perkampungan haji RI di Tanah Suci, dan peran aktif untuk membantu Palestina.

"Itu adalah hasil kongret nyata 1,5 tahun terakhir," jelas Teddy.

"Dan, semua itu adalah hasil diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo lewat berbagai cara baik dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan," tandasnya.

(*÷*)

Baca Juga: Kini Kamu Bisa Dukung Kalimantansatu.com Lewat Traktir Kopi, Fitur Sederhana yang Bikin Semakin Dekat Dengan Pembaca Lintas Generasi

Halaman:

Tags

Terkini