Terpisah, Denny Sumargo menyebut, hal tersebut disebabkan kondisi korban yang masih dalam perawatan.
"Menurut keterangan yang terdapat dari pengacara korban, karena korban sedang dalam penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat," kata Denny Sumargo dalam tiktok pribadinya @dennysumargoreal, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Kilas Kronologi Dugaan Pembakaran Santri
Bagi yang belum tahu, peristiwa ini diduga terjadi pada akhir 2025 lalu di Pesantren Rosyidatussaulatiyayah Al Ibrahimy, Desa Aik Dareq, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.
Kejadian mengenaskan itu disinyalir terjadi saat waktu istirahat para santri, tanpa sepengetahuan pihak pondok.
Saat itu, sekitar 5 orang santri berkumpul di sebuah ruangan, setelah salah seorang santri bernama berinisial MR meminta temannya membeli bensin.
Diketahui, bensin tersebut mulanya akan digunakan untuk buat meluruskan kayu bengkok sebagai bahan pembuatan ketapel.
Pada momen tersebut, sebagian bensin dituangkan ke wadah mika kosong untuk dibakar.
Namun tanpa sengaja botol bensin itu belum ditutup tersenggol hingga api menyambar kasur bekas di belakang mereka.
Lalu, kobaran api dengan cepat membesar dan memenuhi ruangan, sementara MR bersama YS berhasil keluar melalui pintu.
Sementara 3 santri lainnya, yakni berinisial SS, SAH, dan DR tidak dapat menyelamatkan diri karena terhalang kobaran api.
(Uploader: Panji Narendra M.)