"Teknologi bisa membantu proses kerja, tetapi kepercayaan publik dibangun melalui verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan integritas jurnalistik," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam paparannya.
Ia menyimpulkan bahwa kunci kelangsungan industri pers berada pada keberanian untuk berinovasi. Musuh terbesar media hari ini bukanlah kemajuan teknologi kecerdasan buatan, melainkan keengganan untuk bertransformasi.
Selama media mampu menyajikan informasi yang sahih, bernilai, dan tepercaya, ruang pertumbuhan bagi bisnis media akan selalu terbuka lebar.
Sebagai informasi, berikut ini adalah poin-poin utama pergeseran industri media digital berdasarkan paparan Agus Sulistriyono:
- Pergeseran Platform Informasi: Sumber berita utama masyarakat telah beralih dari sekadar portal web ke platform terintegrasi seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, YouTube, hingga mesin pencari berbasis AI.
- Perubahan Durasi Baca: Waktu yang dihabiskan audiens membaca artikel di website kini jauh lebih singkat dibanding durasi menonton video atau berselancar di media sosial.
- Transformasi Ekosistem: Perusahaan media dilarang hanya mengandalkan website berita tunggal, melainkan wajib membangun ekosistem digital multisaluran yang saling terhubung.
- Batas Kemampuan AI: AI sangat efisien merangkum, menerjemahkan, dan membuat visual, namun tidak memiliki kapabilitas dalam liputan lapangan serta pembangunan jejaring narasumber.
(Prabu Warah)