"Teknologi bisa membantu proses kerja, tetapi kepercayaan publik dibangun melalui verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan integritas jurnalistik," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam paparannya.
Ia menyimpulkan bahwa kunci kelangsungan industri pers berada pada keberanian untuk berinovasi. Musuh terbesar media hari ini bukanlah kemajuan teknologi kecerdasan buatan, melainkan keengganan untuk bertransformasi.
Selama media mampu menyajikan informasi yang sahih, bernilai, dan tepercaya, ruang pertumbuhan bagi bisnis media akan selalu terbuka lebar.
Sebagai informasi, berikut ini adalah poin-poin utama pergeseran industri media digital berdasarkan paparan Agus Sulistriyono:
- Pergeseran Platform Informasi: Sumber berita utama masyarakat telah beralih dari sekadar portal web ke platform terintegrasi seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, YouTube, hingga mesin pencari berbasis AI.
- Perubahan Durasi Baca: Waktu yang dihabiskan audiens membaca artikel di website kini jauh lebih singkat dibanding durasi menonton video atau berselancar di media sosial.
- Transformasi Ekosistem: Perusahaan media dilarang hanya mengandalkan website berita tunggal, melainkan wajib membangun ekosistem digital multisaluran yang saling terhubung.
- Batas Kemampuan AI: AI sangat efisien merangkum, menerjemahkan, dan membuat visual, namun tidak memiliki kapabilitas dalam liputan lapangan serta pembangunan jejaring narasumber.
(Prabu Warah)
Artikel Terkait
Berita Duka: Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw Meninggal Dunia di Usia 58 Tahun, Begini Kronologi Penemuan Jenazah, Dugaan Penyebab Hingga Profil
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pjs ! Mensesneg Prasetyo Hadi Beri Konfirmasi
Rekam Jejak Destry Damayanti, Profil dan Sosok Pengganti Perry Warjiyo di Kursi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia Ini Ternyata Berpengalaman
Menjadi Motor Penggerak Program 3 Juta Rumah, Penyaluran KUR Perumahan BRI Tembus Rp10,6 Triliun ! Dapat Apresiasi dari Menteri PKP Maruarar Sirait
Tinjau Sekolah Rakyat 2 Surabaya, Kepala Bakom Qodari Sebut Fasilitas Mewah Ini Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu
Digitalisasi Bansos Temukan 25 Ribu KK Salah Sasaran dan 51 Ribu Penerima Baru di Surabaya, Kepala Bakom Qodari: Hari Ini Mereka Mendapatkan Keadilan
Bansos Tanpa Celah! Kepala Bakom Qodari Jajal Portal Perlinsos Berbasis Face Recognition dan Data Lintas Lembaga
Transformasi BRIvolution Reignite Semakin Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional
Awas Modus Manipulasi Psikologis! 5 Ciri Kejahatan Social Engineering Perbankan dan Cara Menangkalnya
Fenomena "Makan Tabungan" Mengintai Anda: Ketahui 4 Langkah Mengamankan Dana Darurat Agar Tetap Utuh