KALIMANTANSATU.COM - Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw, mengembuskan napas terakhir di usia 58 tahun pada Sabtu (25/7/2026) di Kota Nusantara, Kalimantan Timur.
Pria kelahiran 8 Mei 1968 tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat sebab alami oleh tim medis RS Hermina IKN.
Jenazah almarhum diterbangkan menuju Jakarta usai penanganan medis dan diperkirakan tiba di rumah duka pada Minggu (26/7/2026) pagi.
Kronologi Meninggalnya Troy Pantouw
Berikut rincian kronologi dan informasi resmi terkait berpulangnya Jubir Otorita IKN:
- Penemuan & Penanganan Medis: Almarhum ditemukan dalam kondisi tidak bernapas di Hunian ASN 3 Tower 6 IKN, kemudian dilarikan ke RS Hermina IKN pada pukul 12.45 WITA.
- Waktu Wafat: Tim dokter RS Hermina IKN secara resmi menyatakan almarhum meninggal dunia pada pukul 14.25 WITA.
- Penyebab Wafat: Dokter memastikan almarhum wafat karena sebab alami. Pemeriksaan fisik awal tidak menunjukkan hal mencurigakan, dan almarhum memiliki riwayat medis hipertensi.
- Pemulangan Jenazah: Usai penghormatan terakhir dan administrasi di IKN, jenazah diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu malam.
Baca Juga: Berawal dari Video Viral, Aksi 'The Guardians of The River' Sapu 7 Ton Sampah di Sungai Musi
Pernyataan Resmi Otorita IKN dan Riwayat Kesehatan
Konfirmasi mengenai kondisi medis almarhum disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi.
Ia menjelaskan kronologi penanganan medis yang telah dilakukan oleh tim dokter di RS Hermina IKN.
"Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," kata Thomas, Sabtu (25/7/2026) malam WITA seperti dikutip Kalimantansatu.com dari Antara.
Thomas menambahkan bahwa pemeriksaan fisik awal tidak menunjukkan hal-hal yang tidak wajar, serta mengonfirmasi riwayat kesehatan dari pihak keluarga almarhum.
"Pemeriksaan fisik awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Pihak keluarga menyampaikan almarhum memang memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat," terang Thomas, Sabtu malam.
Artikel Terkait
Komisi VI DPR RI Mediasi Sekar Telkom: Streamlining Tanpa PHK dan Beri Kepastian Status Pekerja
Reses ke Tambang Emas PT BSI, Komisi IV DPR Evaluasi Dampak Kesejahteraan Warga Banyuwangi ! Titiek Soeharto: Padahal Sudah Produksi 10 Tahun
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Promedia dan PT SKI Masuk Ciamis, Sentuh Jurnalis Portaloka.id ! Arman Cerita Manfaat Atap Alduro Dibandingkan Asbes
Sepekan Pasar Saham Indonesia Positif pada 20–24 Juli 2026: IHSG Cerah, Volume Transaksi BEI Melonjak 66,88%
Volume Grinding Kakao Indonesia Q2 2026 Melonjak 30,1%, Dominasi 49% Pasar Asia !
Menilik Kinerja Semester 1 BTPN Syariah Tahun 2026: Konsisten Perbaiki Kualitas, Pembiayaan Tumbuh 9%
Kinerja Kuartal II 2026 BMRI: Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun Ditopang Penyaluran Kredit dan Sinergi Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri
Alit Suwirya Terpilih Aklamasi Pimpin ATVLI 2026–2030: Nahkoda Baru Televisi Lokal di Era Digital
Berawal dari Video Viral, Aksi 'The Guardians of The River' Sapu 7 Ton Sampah di Sungai Musi
Sulap Hutan Pinus Gowa Jadi Basecamp ICCN Sulawesi di Desa Belabori: Ruang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Berbasis Alam