reginternasional

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Digitalisasi Bansos PKH Bebaskan Biaya Pendaftaran, Jangkau 153 Kota dan Verifikasi Kini Cuma Hitungan Menit

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto pada pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dok. Bakom RI)

Implementasi Agenda Pro-Kesra Terintegrasi

Ekspansi sistem digital ini merupakan bagian dari eksekusi agenda Pro Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) yang terintegrasi.

Modernisasi layanan sosial diproyeksikan untuk meningkatkan akurasi sasaran, memperkuat aspek transparansi, serta mempermudah aksesibilitas warga terhadap bantuan pemerintah.

Di sela pidatonya, Presiden Prabowo turut memperkenalkan dua orang penerima manfaat program perlindungan sosial yang diundang langsung ke sidang kenegaraan, yakni Susana asal Kabupaten Bogor dan Margaret Lita Roy asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp 700 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” tutur Presiden.

Baca Juga: Misi Dagang Kalbar-Jatim 2026: Dorong Hilirisasi Komoditas dan Buka Peluang Pelaku Usaha, Jalin Kemitraan Strategis

Sementara itu, Margaret Lita Roy yang tumbuh dalam keterbatasan dan belum pernah mengenyam pendidikan formal, tetap gigih berdagang pada usia 38 tahun sembari merawat tantenya yang berusia 80 tahun.

Penyaluran bantuan sosial ATENSI berupa komoditas beras dan minyak menjadi penopang utama kebutuhan harian keluarganya.

Presiden menggarisbawahi bahwa skema bantuan sosial tidak dirancang untuk mematikan semangat juang maupun usaha mandiri masyarakat.

Kehadiran negara berfungsi memastikan daya upaya rakyat tidak kandas akibat kendala finansial dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Kesinambungan Pembangunan Antar-Pemerintahan

Menutup pemaparannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa agenda pembangunan merupakan ikhtiar jangka panjang yang memerlukan keberlanjutan.

Seluruh program yang kini berjalan dibangun di atas fondasi kokoh yang telah diletakkan oleh para pemimpin Indonesia terdahulu.

Baca Juga: Kinerja dan Popularitas Mentereng, Seskab Teddy Indra Wijaya Masuk 3 Besar Pejabat Berkinerja Terbaik versi Hasil Survei IPO

Ia pun berkomitmen untuk terus menyempurnakan, memperbaiki, dan menambah program-program sosial yang digagas oleh pemerintahan sebelum-sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini