Implementasi Agenda Pro-Kesra Terintegrasi
Ekspansi sistem digital ini merupakan bagian dari eksekusi agenda Pro Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) yang terintegrasi.
Modernisasi layanan sosial diproyeksikan untuk meningkatkan akurasi sasaran, memperkuat aspek transparansi, serta mempermudah aksesibilitas warga terhadap bantuan pemerintah.
Di sela pidatonya, Presiden Prabowo turut memperkenalkan dua orang penerima manfaat program perlindungan sosial yang diundang langsung ke sidang kenegaraan, yakni Susana asal Kabupaten Bogor dan Margaret Lita Roy asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp 700 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” tutur Presiden.
Sementara itu, Margaret Lita Roy yang tumbuh dalam keterbatasan dan belum pernah mengenyam pendidikan formal, tetap gigih berdagang pada usia 38 tahun sembari merawat tantenya yang berusia 80 tahun.
Penyaluran bantuan sosial ATENSI berupa komoditas beras dan minyak menjadi penopang utama kebutuhan harian keluarganya.
Presiden menggarisbawahi bahwa skema bantuan sosial tidak dirancang untuk mematikan semangat juang maupun usaha mandiri masyarakat.
Kehadiran negara berfungsi memastikan daya upaya rakyat tidak kandas akibat kendala finansial dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
Kesinambungan Pembangunan Antar-Pemerintahan
Menutup pemaparannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa agenda pembangunan merupakan ikhtiar jangka panjang yang memerlukan keberlanjutan.
Seluruh program yang kini berjalan dibangun di atas fondasi kokoh yang telah diletakkan oleh para pemimpin Indonesia terdahulu.
Ia pun berkomitmen untuk terus menyempurnakan, memperbaiki, dan menambah program-program sosial yang digagas oleh pemerintahan sebelum-sebelumnya.
Artikel Terkait
Investasi Saham Blue Chip vs Growth Stock untuk Pemula: Mana Lebih Ideal? Kenali Karakteristik Utama, Perbandingan Langsung Hingga Strategi Kombinasi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Q2 2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun demi Jaga Momentum, Qodari Beberkan Intervensi Kebijakan
Layanan Haji 2026 Dipuji Jemaah, BPS Catat Indeks Kepuasan Tembus Kategori Sangat Memuaskan, Bakom RI: Komitmen Transformasi Terus Berlanjut
Kemenbud Pulangkan Lima Artefak Papua dari AS, Hasil Repatriasi Artefak Bakal Dipajang di Museum Nasional, Begini Kata Fadli Zon
Stabilitas Keamanan Nasional Mantap Jelang HUT ke-81 RI, Bakom RI Minta Masyarakat Bijak Bermedsos, Qodari: Waspadai Disinformasi di Ruang Digital
Kinerja dan Popularitas Mentereng, Seskab Teddy Indra Wijaya Masuk 3 Besar Pejabat Berkinerja Terbaik versi Hasil Survei IPO
Sinergi Jatim-Kalbar: Strategi Khofifah dan Dekranasda Bawa Produk Lokal Naik Kelas, Dorong Kolaborasi UMKM
Misi Dagang Kalbar-Jatim 2026: Dorong Hilirisasi Komoditas dan Buka Peluang Pelaku Usaha, Jalin Kemitraan Strategis
Hasil RUPSLB BEI 2026: Perubahan Susunan Komisaris, Nama Sekuritas, hingga Persiapan Demutualisasi ! Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris
Peringati 49 Tahun Pasar Modal ! Gandeng Pegadaian dan OJK, BEI Tawarkan Instumen ETF Emas Berbasis Syariah untuk Investor Ritel dan Institusi