Contoh Khutbah Jumat Ramadhan 2024 Tema Memaknai Kemuliaan Ramadan. Begitu Tinggi Kemuliaan Bulan Suci Ramadhan Dibanding dengan Bulan-bulan Lainnya

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 21 Februari 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi Ramadan 2024 (Kalimantansatu.com/Pixabay Syaibatulhamdi)
Ilustrasi Ramadan 2024 (Kalimantansatu.com/Pixabay Syaibatulhamdi)

Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.

Disebutkan pula bahwa puasa itu adalah perisai, maksudnya adalah perisai dari godaan hawa nafsu yang menggiring kepada batalnya puasa seperti makan, minum dan syahwat. Dengan berpuasa kita akan mendapat dua kebahagiaan, yakni bahagia pada saat berbuka puasa (Idul Fitri) dan kebahagaiaan yang kedua pada saat bertemu dengan Tuhannya pada hari kiamat.

Kemuliaan bulan Ramadhan yang lainnya adalah, bahwa orang-orang yang melakukan ibadah puasa, dijamin akan mendapat ampunan dari Allah Swt sebagaimana sabdanya: 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh perhitungan (harap), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. 

Kaum muslimin jama’ah Jum’at rahimakumullah,

Dari kedua hadits tentang kemuliaan Ramadhan, dan bagi yang melaksanakan ibadah di dalamnya akan mendapatkan keutamaan dari kemuliaan puasa tersebut, dengan syarat harus melakukan :

Pertama, dilakukan dalam keadaan beriman kepada Allah Swt. 

Ketahuilah oleh kita semua, bahwa kalimat iman dalam kontek hadits tersebut adalah meyakini dan membenarkan bahwa janji Allah kepada orang yang melakukan ibadah puasa akan mendapatkan pahala dan ganjaran berlipat ganda, adalah benar adanya.  

Kedua, Ihtisab. 

Ihtisab dalam pemahaman hadits tersebut adalah dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian (ihtiyat) dalam menjalankannya serta dilaksanakan dengan penuh harap akan adanya kebaikan-kebaiakan dari Allah Swt.

Misalnya ia berhati-hati apabila sedang berpuasa, takut menggunjing kekurangan dan kesalahan orang lain.

Perilaku orang yang berpuasa memiliki rasa takut karena berkurangnya nilai pahala, maka ihtisab disini mengandung pengertian juga bahwa orang yang berpuasa tidak mau berbohong, ia selalu menjaga lidah dari ghibah, fitnah, namimah (adu domba), serta menjaga anggota badan dari melakukan maksiat. 

Menghindarkan diri dari perbuatan hasad, iri, dan dengki terhadap sesama.

Sehingga apabila semua perbuatan tersebut sudah tercermin, maka ia akan mendapatkan kemuliaan tersebut dan dibebaskannya dari dosa-dosa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: BDK Palembang Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X