“Saya yakin industri akan mematuhi kebijakan dari kami. Tapi jika mereka menolak, kami akan cabut izin impor mereka selamanya. Ini ketegasan kami dari pemerintah untuk melindungi peternak,” tegas Mentan Amran.
Kebijakan Kementan tersebut akan diikuti oleh Peraturan Presiden (Perpres) yang mewajibkan industri menyerap produksi susu dalam negeri. Aturan ini diharapkan dapat membalikkan kebijakan yang berlaku sejak krisis ekonomi tahun 1997/1998. Waktu itu, Inpres No 2 Tahun 1985 tentang Koordinasi Pembinaan dan Pengembangan Persusuan Nasional yang dicabut pada awal 1998 karena mengikuti letter of intent antara Pemerintah RI dengan IMF.
Sejak saat itu, ketergantungan pada impor meningkat drastis, dari 40 persen pada 1997 menjadi 80 persen saat ini.
Mentan Amran mengapresiasi peran cepat dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang turut mendukung proses ini.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Mensesneg yang bergerak cepat mendatangi Kementan untuk turut menyelesaikan masalah ini,” kata Amran.
Cari Solusi Tumbuh Bersama
Mensesneg Prasetyo Hadi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Kementan yang sigap mencari solusi.
“Inilah yang menurut saya harus kita galakkan, meskipun ada permasalahan, kita mencari solusi bersama-sama, tumbuh bersama teman-teman industri dan peternak susu. Menurut saya ini energi positif, karena industri ini vital, semua membutuhkan asupan gizi, termasuk susu,” kata Mensesneg Prasetyo.
Mensesneg Prasetyo juga menegaskan dukungan dari pihaknya untuk program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Kami siap mendukung Kementan untuk mencapai swasembada. Jika ada peraturan yang menghambat, akan kita rapikan,” tambahnya.
Bayu Aji Handayanto, salah satu pengepul susu asal Pasuruan yang turut melakukan aksi membuang susu kemarin, sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memediasi peternak dan industri pengolahan susu.
"Semua berjalan lancar. Saya mewakili peternak sapi perah merasa terharu. Kami seperti mendapat sosok bapak baru, inspirasi kami kini didengar oleh Bapak Menteri Pertanian, Mensesneg, dan Wamentan yang telah merespons cepat," ujar Bayu.
Bayu mengungkapkan, selama ini peternak hanya memiliki satu tuntutan.
Artikel Terkait
Lasarus Ajak Masyarakat Kubu Raya Menangkan Paslon Sujiwo-Sukiryanto (JIKIR)
Hendak Menyeberang Jalan, Warga Kubu Raya Meninggal Dunia Ditabrak Sepeda Motor di Sungai Raya
Pertemuan Erick Thohir dan Putra Mahkota Johor Mayor Jenderal Tunku Ismail Idris Ibni Sultan Ibrahim, Ingin Bawa Kemajuan Sepak Bola Asia Tenggara
Isi Permintaan Maaf Mees Hilgers ke Garuda Fans Karena Gagal Bela Timnas Indonesia vs Jepang dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Presiden Prabowo Subianto Temui Joe Biden, Indonesia-Amerika Serikat akan Majukan Pendidikan Sains hingga Kewirausahaan
Presiden Prabowo Subianto ke Tiongkok dan Amerika Serikat, Program Makan Bergizi Gratis Didukung Dua Negara Adidaya
Prabowo Subianto-Joe Biden Sepakat Perluas Cakupan Latihan Militer Bersama Indonesia-Amerika Serikat dan Perkuat Keamanan Maritim
Presiden Prabowo Subianto Temui Joe Biden, Amerika Serikat Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
Viral Peternak Buang Susu Sapi Segar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Menkop Budi Arie Setiadi Ambil Langkah dan Sarankan Hal Ini ke Koperasi
Peternak Bersyukur, Aksi Viral Buang Susu Sapi Segar Didengar Pemerintah Lewat Respons Cepat Kementerian Pertanian