Waspada Penipuan Mengatasnamakan Petugas Pajak Minta Download Aplikasi dan Kuras Rekening Bank, Ini Imbauan Pegiat Digital Safety Rizky Prabowo Rahino

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 29 Desember 2024 | 18:49 WIB
Tokoh Pemuda Kubu Raya Rizky Prabowo Rahino (Kalimantansatu.com/Dokumentasi Pribadi Rizky Prabowo Rahino)
Tokoh Pemuda Kubu Raya Rizky Prabowo Rahino (Kalimantansatu.com/Dokumentasi Pribadi Rizky Prabowo Rahino)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Viral penipuan berkedok petugas pajak memakan banyak korban di Indonesia. Tidak hanya pelaku usaha, namun juga perorangan selaku Wajib Pajak (WP) mengalami kerugian finansial.

Modus teranyar, para pelaku kejahatan tersebut mengatasnamakan petugas pajak yang ingin mengonfirmasi pengkinian data.

Melalui pesan WhatsApp (WA), pelaku juga menyarankan para korban untuk mendownload dan menginstal aplikasi palsu.

Aplikasi itu digunakan untuk menghimpun data-data privasi, serta mengarahkan ke rekening bank maupun e-wallet milik korban.

Selanjutnya, dalam hitungan menit saldo rekening bank para korbanpun dikuras habis, dan berpindah ke rekening pelaku kejahatan.

Baca Juga: Apresiasi Paslon Pilgub Kalbar 2024 Saling Ucap Selamat, Tokoh Pemuda Kubu Raya Rizky Prabowo: Sikap Ksatria Berjiwa Besar dan Teladan bagi Masyarakat

Terkait hal ini, Pegiat Digital Safety Rizky Prabowo Rahino mengimbau, masyarakat untuk tidak lekas percaya terhadap oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan pegawai pajak.

Ini merupakan satu diantara modus penipuan social engineering.

"Jangan langsung percaya. Apalagi jika nomor WhatsApp tersebut bukan nomor resmi Call Center dari Direktorat Jenderal Pajak atau Kantor Pajak masing-masing wilayah. Cek aja di website resmi atau akun media sosialnya," ungkap dia kepada Kalimantansatu.com di Pontianak, Minggu 29 Desember 2024.

Prabowo sapaan akrabnya bilang, ketika menjalankan aksinya, para pelaku kejahatan tersebut memang berperan seolah-olah petugas pajak.

Data-data para calon korban tersebut, terang dia, digunakan untuk meyakinkan dan memuluskan aksi mereka.

Baca Juga: Pegiat Digital Safety Ingatkan Waspada Modus Social Engineering ! Jangan Sampai Jadi Korban, Prabowo Bagi Tips Cara Menghindarinya

"Manipulasi psikologis itu memang dimainkan. Ketika korban panik dan langsung percaya tanpa curiga, disitulah pintu kejahatan terbuka. Sasarannya keuangan korban," timpal Tokoh Pemuda Kubu Raya tersebut.

Selain itu, jika masyarakat ragu terhadap pesan WA yang diterima tersebut, Prabowo juga menyarankan agar lebih baik datang langsung ke Kantor Pajak masing-masing. 

Hal ini untuk memastikan kebenaran sekaligus menghindari potensi menjadi korban kejahatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X