KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Viral penipuan berkedok petugas pajak memakan banyak korban di Indonesia. Tidak hanya pelaku usaha, namun juga perorangan selaku Wajib Pajak (WP) mengalami kerugian finansial.
Modus teranyar, para pelaku kejahatan tersebut mengatasnamakan petugas pajak yang ingin mengonfirmasi pengkinian data.
Melalui pesan WhatsApp (WA), pelaku juga menyarankan para korban untuk mendownload dan menginstal aplikasi palsu.
Aplikasi itu digunakan untuk menghimpun data-data privasi, serta mengarahkan ke rekening bank maupun e-wallet milik korban.
Selanjutnya, dalam hitungan menit saldo rekening bank para korbanpun dikuras habis, dan berpindah ke rekening pelaku kejahatan.
Terkait hal ini, Pegiat Digital Safety Rizky Prabowo Rahino mengimbau, masyarakat untuk tidak lekas percaya terhadap oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan pegawai pajak.
Ini merupakan satu diantara modus penipuan social engineering.
"Jangan langsung percaya. Apalagi jika nomor WhatsApp tersebut bukan nomor resmi Call Center dari Direktorat Jenderal Pajak atau Kantor Pajak masing-masing wilayah. Cek aja di website resmi atau akun media sosialnya," ungkap dia kepada Kalimantansatu.com di Pontianak, Minggu 29 Desember 2024.
Prabowo sapaan akrabnya bilang, ketika menjalankan aksinya, para pelaku kejahatan tersebut memang berperan seolah-olah petugas pajak.
Data-data para calon korban tersebut, terang dia, digunakan untuk meyakinkan dan memuluskan aksi mereka.
"Manipulasi psikologis itu memang dimainkan. Ketika korban panik dan langsung percaya tanpa curiga, disitulah pintu kejahatan terbuka. Sasarannya keuangan korban," timpal Tokoh Pemuda Kubu Raya tersebut.
Selain itu, jika masyarakat ragu terhadap pesan WA yang diterima tersebut, Prabowo juga menyarankan agar lebih baik datang langsung ke Kantor Pajak masing-masing.
Hal ini untuk memastikan kebenaran sekaligus menghindari potensi menjadi korban kejahatan.
Artikel Terkait
Dua Perusahaan Platform Digital Dukung Iklim Jurnalisme Berkualitas dan Sambut Baik Kehadiran Komite sebagai Amanat Perpres 32 Tahun 2024
Bikin Penasaran Mahasiswa UNDIP di Acara BRI JOURNALISM ! CEO Promedia Teknologi Ungkap Cara Hidup Mandiri di Era Digital
Pegiat Digital Safety Ingatkan Waspada Modus Social Engineering ! Jangan Sampai Jadi Korban, Prabowo Bagi Tips Cara Menghindarinya
Apresiasi Paslon Pilgub Kalbar 2024 Saling Ucap Selamat, Tokoh Pemuda Kubu Raya Rizky Prabowo: Sikap Ksatria Berjiwa Besar dan Teladan bagi Masyarakat
Tips Cara Sukses UMKM di Era Digital ! Sahabat Generasi Emas, 6 Poin Penting Ini Wajib Kamu Ketahui agar Survive
Mediapreneur Talks di Palembang: CEO Promedia Ungkap Economic Sharing Bisnis Media hingga Ekosistem Digital yang Adil Menurut Publisher Rights
Istana Tegaskan Hasil Pajak Dikembalikan ke Masyarakat, Hasan Nasbi : Dari Bansos hingga Subsidi Listrik
Viral Netizen Rujak Mr Bert Usai Terbukti Berikan Klaim Palsu Soal Ransomware BRI, Salah Satunya Dibilang Buzzer
Inilah 3 Kontroversi Mr Bert Soal Sistem Keamanan ‘Lemah’ di Bank yang Akhirnya Tak Berkutik Usai Ditepis Pakar IT hingga Menkomdigi
Pakar IT Teguh Aprianto Cemooh Hacker yang Klaim Berhasil Serang Bank BRI: Grup Ransomware Terkocak
Serangan Ransomware BRI Ternyata Hoax, Pakar Keamanan Siber Ini Digeruduk Netizen Usai Bereaksi Begini
Momen Natal 2024, KWI Ajak Umat Doakan dan Dukung Presiden Prabowo Subianto Majukan Indonesia
Pesan Natal 2024 Mgr. Agustinus Subianto Bunjamin: Mari Dukung Pemerintah Singkirkan Kegelapan
Bicara Tentang Koruptor, Presiden Prabowo Subianto : Bukan Saya Maafkan, yang Kau Curi Kembalikan !
Begini Ketegasan Presiden Prabowo Subianto ke Para Menteri Kabinet Merah Putih: Kalau Gak Bener, ya Saya Galak
Sampaikan Sambutan di Perayaan Natal Nasional 2024, Presiden Prabowo Subianto : Bangsa Indonesia Berbeda Tapi Satu Jiwa