Ketahui 6 Mitos Tentang Rip Current! Apa itu Rip Current yang Menjadi Penyebab 13 Siswa SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini Gunungkidul Yogyakarta ?

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 31 Januari 2025 | 17:39 WIB
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai. (Kalimantansatu.com/Dok. unsplash Anders Marloe)
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai. (Kalimantansatu.com/Dok. unsplash Anders Marloe)

Fakta: Menemukan lokasi rip current akan terlihat jelas jika berada di tempat yang lebih tinggi dan beberapa tanda yang bisa diketahui seperti:

- Celah sempit perairan yang lebih gelap dan tampak lebih tenang diapit oleh area ombak yang pecah
Memiliki saluran air yang bergelombang dan terlihat berbeda dengan air di sekitarnya

- Perbedaan warna air, seperti adanya area air yang tampak berlumpur di mana itu terjadi akibat sedimen dan pasir yang terbawa dari pantai

- Area buih atau busa ombak dan rumput laut yang konsisten selalu terbawa oleh arus ombak

- Aliran air yang menjauh dari bibir pantai dengan arus deras yang cepat

Rip current tak memandang kondisi cuaca

Mitos: Rip current hanya terjadi saat cuaca buruk

Fakta: Arus balik cepat di rip current bisa terjadi bahkan ketika cuaca sedang baik dan ketika ombak di permukaan terlihat tenang

Ombak tenang bukan berarti aman

Mitos: Selalu aman untuk berenang saat ombak sedang kecil

Fakta: Belum tentu, karena ombak yang pecah justru menjadi tanda-tanda adanya rip current di area tersebut.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X