Nah Lho, Presiden Prabowo Subianto Minta Pengecer Bisa Jual Gas LPG 3 Kg Lagi Setelah Banyak Keluhan. Sufmi Dasco Ahmad Sampaikan Alasannya

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 4 Februari 2025 | 11:31 WIB
Tabung gas LPG 3 Kg. (Pertamina Patra Niaga)
Tabung gas LPG 3 Kg. (Pertamina Patra Niaga)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar pengecer bisa menjual gas LPG 3 kg.

Hal ini menyusul banyak keluhan masyarakat lantaran sulit mendapatkan gas melon tersebut.

Keluhan itu terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Gas elpiji 3 Kg diakui langka dan membuat masyarakat harus berkeliling.

Di pangkalan, masyarakat juga terlihat mengantre dan harus rela berpanas-panasan, serta berhujan-hujanan.

Bahkan, seorang ibu bernama Yonih (62 tahun) meninggal dunia seusai terjatuh saat menenteng 2 tabung gas elpiji 3 kg, Senin (3/2/2025).

Baca Juga: Apa Kasus Iwan Fals Hingga Dipanggil Polisi ? Sudah Dilaporkan Sejak 2021, Ini 4 Fakta Terbaru Kasus Virgiawan Listanto

Warga Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu diduga kelelahan saat hendak mencari gas elpiji 3 Kg untuk berjualan.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, instruksi itu keluar setelah dirinya berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (3/2/2025) malam WIB.

"Setelah komunikasi dengan Presiden, Presiden kemudian telah menginstruksikan kepada ESDM untuk perhari ini mengaktifkan kembali pengecer-pengecer yang ada untuk berjualan seperti biasa," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025) dikutip dari IDX Channel.

Dasco menambahkan, para pengecer hendak dijadikan sub daripada pangkalan.

Akan ada penentuan harga gas LPG 3 Kg, sehingga tidak mahal di masyarakat.

"Presiden tadi menginstruksikan kepada ESDM agar perhari ini pengecer itu bisa berjualan kembali sambil kemudian secara parsial aturannya kemudian diselaraskan," terangnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Siapkan PP Penyerapan Gabah dengan Harga Rp 6.500: Kesejahteraan Petani Harus Naik

Bukan Kebijakan Presiden Prabowo Subianto

Dasco juga bilang, kebijakan ini bukan dari Presiden Prabowo Subianto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X