Lucky menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Jepang dilakukan dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Ia memandang masa libur tersebut sebagai kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, karena aktivitas pemerintahan di lingkungan pendopo saat itu juga sedang berhenti.
"Di kantor sudah tidak ada orang, kecuali aspri saya pribadi yang memang tidak dibiayai oleh negara. Dari situlah asumsi saya keluar, kantor tutup, gak ada orang. Ini hari cuti bersama. Saya pergi dan saya pulang sebelum kantor buka, ternyata itu salah. Itu sebabnya saya minta maaf," katanya lagi.
Dalam penjelasannya, Lucky juga berkali-kali menekankan bahwa kekeliruan terjadi sepenuhnya karena kelalaiannya dalam memahami aturan secara menyeluruh.
Dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Lucky Hakim berharap polemik ini tidak berkepanjangan dan dapat menjadi momentum perbaikan ke depan.
(*)
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Ingin Kuota Impor Tak Diskriminatif dan Hanya Untungkan Segelintir Orang
Menkeu Sri Mulyani Pastikan Defisit ABPN Tidak Jebol: Jangan Khawatir
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Basmi Rente Impor: Jangan Macam-Macam !
Mantap Nih, Bupati Sujiwo Usulkan Dua Ruas Jalan di Kubu Raya Jadi Jalan Provinsi, Apa Saja ?
Dilaksanakan Mendadak dan Didampingi Banyak Pejabat, Terungkap Pembicaraan Rahasia di Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati
Sempat Tolak Wacana Relokasi, Kini Menlu Sugiono Diutus ke Palestina demi Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
Setelah Viral Liburan Tanpa Izin ke Dedi Mulyadi, Bupati Lucky Hakim Kini Diminta Bikin Indramayu Seindah Jepang
Ini Poin Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke 5 Negara Timur Tengah: Minta Dukungan Evakuasi 1.000 Warga Gaza Palestina ke Indonesia
Waduh ! Dituduh Fasilitasi Serangan Hamas ke Israel, Pengusaha Palestina Bashar Masri Kini Digugat 200 Keluarga Korban Asal Amerika Serikat
Begini Pengakuan Presiden Prabowo Subianto Minta Dukungan Evakuasi Warga Gaza ke Timur Tengah: Rumit, tapi RI Peduli Palestina