Masih Ingat Lomba Masak Nasi Goreng Khas Mbak Ita ? Terungkap di Persidangan Tipikor, Ternyata Acara itu Didanai Potongan Insentif Pegawai Bapenda

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Rabu, 23 April 2025 | 19:49 WIB
Lomba masak nasi goreng Mbak Ita di Kota Semarang. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube Semarang Pemkot)
Lomba masak nasi goreng Mbak Ita di Kota Semarang. (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube Semarang Pemkot)

KALIMANTANSATU.COM - Sidang perdana kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mulai digelar.

Pembacaan dakwaan untuk sosok yang kerap dipanggil Mbak Ita ini dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada Senin, 21 April 2025.

Salah satu tuduhan kepada Mbak Ita adalah adanya dugaan iuran pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.

Potongan uang insentif itu kemudian disebut sebagai ‘iuran kebersamaan’ untuk mendanai beberapa proyek dan acara demi karier politik Mbak Ita.

Baca Juga: Kilas Balik Kabar Mutasi Camat yang Diduga karena Menyindir Lomba Masak Nasi Goreng Khas Mbak Ita, Kini Terungkap Acara Didanai Potongan Insentif ASN

Salah satunya adalah acara Lomba Masak Nasi Goreng Khas Mbak Ita pada Juni 2023.

Lomba tersebut menjadi salah satu cara Mbak Ita untuk menarik simpati saat dirinya akan maju dalam Pemilihan Walikota Semarang di tahun 2024.

Sejumlah Rp222 juta diambil iuran kebersamaan untuk mendanai acara lomba.

Untuk menyemarakkan acara, Mbak Ita mengundang artis Denny Caknan dengan bayaran Rp161 juta.

“Terdakwa menyampaikan biaya tersebut menjadi tanggung jawab Bapenda Kota Semarang,” ucap Jaksa Penuntut Umum KPK, Rio Vernika Putra, di Pengadilan Tipikor Semarang saat membacakan dakwaan pada Senin, 21 April 2025.

Baca Juga: Isi Pesan Paskah Terakhir Paus Fransiskus Sehari Sebelum Meninggal Dunia, Serukan Gencatan Senjata di Gaza

“Selanjutnya, diambil uang dari iuran kebersamaan sejumlah Rp161 juta,” imbuhnya.

Lomba Nasi Goreng Khas Mbak Ita ini diklaim untuk memperingati HUT ke-78 Indonesia yang tingkatnya dimulai dari RT.

Acara ini sempat menjadi perhatian karena diikuti oleh ibu-ibu di seluruh Kota Semarang.

Selain memasak nasi goreng, lomba ini juga mewajibkan tiap kelompok untuk membuat dokumentasi video dan yel-yel grup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X