Lubang tersebut disiapkan untuk tempat menghancurkan detonator atau perangkat bahan peledak yang selesai digunakan dalam penghancuran dua sumur sebelumnya.
Nahas, pada saat pemusnahan di lubang ketiga itu sedang disiapkan, ledakan tiba-tiba terjadi.
"Saat tim penyusun munisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," ungkap Brigjen Wahyu.
Wahyu mengklaim, akibat peristiwa ledakan amunisi di Garut itu menelan korban meninggal dunia sebanyak 13 orang.
"Peristiwa ini mengakibatkan 13 orang meninggal dunia," tungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Berapa Gaji Paus ? Ternyata Skema ‘Bayaran’ bagi Pemimpin Umat Katolik Seperti Ini Fren
Gaungkan Literasi Keuangan di Hari Pendidikan Nasional 2025, IFG Gencar Tingkatkan Wawasan Mahasiswa di 13 Universitas Ternama Indonesia
Menkop Budi Arie Setiadi Tegaskan Kopdes Merah Putih Dibangun dengan Prinsip Prudent, Bukan Bantuan Cuma-Cuma
Kopdes Merah Putih Digagas, Menko Pangan Zulkifli Hasan Yakin Distribusi Bantuan Pemerintah Lebih Cepat dan Tepat Sasaran
Akan Bentuk Kopdes Merah Putih, Pemerintah Indonesia Ingin Pangkas Tengkulak dan Rentenir di Desa
Kopdes Merah Putih Siap Salurkan LPG, Pupuk, dan Sembako Langsung ke Warga
Makan Enak dan Bisa Nabung: Cerita Siswa SDN Jati 03 saat Disambangi Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates
Presiden Prabowo Subianto akan Beri Bintang Kehormatan untuk Bill Gates: Jasanya untuk Kemanusiaan Luar Biasa
Momen Halalbihalal Purnawirawan TNI AD, Presiden Prabowo Subianto Buka 35 Sekolah Berasrama untuk Anak Keluarga Tak Mampu pada Juli 2025
Bisa Sportif Nggak ? Kacau, Bus Persik Kediri Dilempari Batu Setelah Tanding di Kanjuruhan Malang, Security Officer Arema FC: Di Luar Kendali Kami