Viral Preman Berkedok Ormas ! Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Setoran Rp1 Juta Setiap Bulan

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 15 Mei 2025 | 21:13 WIB
Foto Ilustrasi - Sejumlah PKL melaporkan adanya praktek premanisme di Pasar Induk Kramat Jati. (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik jcomp)
Foto Ilustrasi - Sejumlah PKL melaporkan adanya praktek premanisme di Pasar Induk Kramat Jati. (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik jcomp)

KALIMANTANSATU.COM - Praktik premanisme bermodus organisasi kemasyarakatan (ormas) dilaporkan terjadi di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mengaku harus menyetor uang dalam jumlah besar setiap bulannya agar bisa tetap berjualan di kawasan pasar.

“Setiap bulan itu harus membayar Rp 1 juta, tapi nanti setiap hari harus bayar juga uang harian Rp 20 ribu. Kalau tidak setor yang enggak bakal boleh jualan di sini,” kata salah satu PKL di Pasar Induk Kramat Jati, Karsidi, pada Rabu, 14 Mei 2025.

Karsidi menyebut, ada sekitar 150 PKL yang menggelar lapak di area luar pasar.

Jika dihitung, setoran yang dikumpulkan oknum ormas bisa mencapai Rp225 juta dalam sebulan.

Ia menduga uang tersebut tidak masuk ke kas negara, melainkan langsung ke kantong pribadi para oknum.

Baca Juga: Ada Apa Ini ? Rumah Atalarik Syah Dibongkar Paksa : 'Dianggap Kami Ini Binatang, Tidak Ada Surat'

"Padahal ini lahan kan milik pemerintah daerah (pemda)," ujar Karsidi.

Tak hanya itu, Karsidi mengungkap adanya ancaman dan intimidasi terhadap siapa pun yang mencoba melakukan penertiban.

Ia mencontohkan insiden beberapa hari lalu, di mana kepala keamanan pasar nyaris dianiaya oleh anggota ormas saat mencoba menertibkan PKL. Ironisnya, korban merupakan pensiunan anggota Polri.

Di sisi lain, pedagang resmi yang menempati los-los di dalam pasar juga merasa dirugikan.

Salah satunya adalah Riki, yang mengaku akses ke kiosnya kerap terhalang karena area depan sudah dipenuhi PKL.

Riki berharap revitalisasi pasar segera dilanjutkan, agar penataan lebih tertib dan pembeli bisa lebih nyaman berbelanja.

Baca Juga: Profil Siapa Jarred Shaw, Pebasket Tangerang Hawks itu Ditangkap Polisi Gara-gara ‘Permen’ Narkoba

“Makanya, kami berharap revitalisasi dan penataan segera dilanjutkan. Dan ketika sudah rapi, pasti akan lebih banyak lagi pembeli yang datang,” ucap Riki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X