Ketika Situasi Tegang saat Alarm Tsunami Berbunyi di Hokkaido Jepang, Pekerja-Turis Berdesakkan Naik ke Gedung 5 Lantai

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 30 Juli 2025 | 20:35 WIB
Tangkapan layar rekaman video amatir yang disebut sebagai gelombang tsunami di pesisir pantai Jepang, pada Rabu, 30 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. X @RizwanShah)
Tangkapan layar rekaman video amatir yang disebut sebagai gelombang tsunami di pesisir pantai Jepang, pada Rabu, 30 Juli 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. X @RizwanShah)

Sebelumnya diketahui, gelombang tsunami yang tercatat memang tidak terlalu besar, berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter. Kendati demikian, Badan Meteorologi Jepang (JMA) tetap mengeluarkan peringatan serius.

Mereka menyebut gelombang susulan bisa lebih besar dari yang pertama, sehingga warga diminta tetap bertahan di tempat evakuasi hingga peringatan resmi dicabut.

Pemerintah Jepang juga bertindak cepat. Perdana Menteri Shigeru Ishiba memerintahkan seluruh otoritas terkait untuk segera menyampaikan informasi akurat dan mendukung warga di lokasi terdampak.

"Saya meminta seluruh warga di area terdampak untuk segera mengungsi ke dataran tinggi atau lokasi yang aman," kata Ishiba dalam pernyataan resminya, dikutip dari artikel yang sama.

JMA sempat mengeluarkan peringatan awal pada pukul 08.37 waktu setempat dan meningkatkan statusnya menjadi tsunami warning pada pukul 09.40. Beberapa titik di sepanjang pantai Pasifik, mulai dari Hokkaido hingga Ibaraki, juga melaporkan gelombang 20-40 sentimeter.

Di Prefektur Miyagi, tepatnya di wilayah Ishinomaki, gelombang mencapai 50 sentimeter. Meski relatif kecil, pengalaman menghadapi tsunami membuat warga Jepang tidak meremehkan risiko.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X