Tim SAR gabungan evakuasi terdiri dari pihak TNGR, SAR Lombok Timur, TNI, Polri, dan relawan.
Saat evakuasi, Nazli Bin Awang Mahad dibawa ke shelter emergency Pelawangan Sembalun, Sabtu 28 Juni 2025 sekitar pukul 01.30 WITA.
"Korban istirahat di Shelter Pelawangan selama dua jam. Kemudian, kembali ditandu menuju pos 2 Sembalun," timpalnya.
Rombongan tim evakuasi bersama korban tiba di Pos 2 Sembalun sekitar pukul 06.30 WITA. Selanjutnya, naik sepeda motor, korban dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk penanganan medis.
Sudah Beraktivitas Normal
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Yarman membantah informasi korban mengalami patah tulang.
"Korban mengalami lebam sebelah kaki kanan, pinggul masih merasa sakit, luka gores di kepala," terangnya.
Informasi terbaru yang diterimanya, Nazli Bin Awang Mahad sudah kembali bersama rombongan, beraktivitas normal, dan menikmati keindahan obyek wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Sudah jalan-jalan. Kalau patah tulang tidak bisa jalan-jalan," tegasnya.
(*)