Bergeliat, Objek Wisata Patai Suku Hawa atau Pasuha Mencoba Bangkit Usai Diterpa Badai Covid-19

photo author
Patriano Jaya Maleh, Kalimantan Satu
- Senin, 6 Juni 2022 | 20:05 WIB
Objek wisata Pasuha, Patai Suku Hawa sempat masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 (Instagram @e.borneoland)
Objek wisata Pasuha, Patai Suku Hawa sempat masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 (Instagram @e.borneoland)

Kalimantansatu - Berkunjung ke Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi berbagai objek wisata wilayah ini seperti desa Wisata Patai Suku Hawa (Pasuha).

Desa wisata Pasuha terletak di desa Pulau Patai, kecamatan Dusun Timur , Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah yang hanya berjarak sekitar 11 kilometer dari pusat kota Tamiang Layang, Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Desa wisata Pasuha dari Barito Timur, Kalimantan Tengah ini sempat masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia ADWI 2022.

Baca Juga: Kesenian Tradisional Kalimantan Tengah Karungut, Sastra Suku Dayak yang Berupa Syair atau Pantun

Untuk mengunjungi Desa Wisata Pasuha bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat dan memakan waktu sekitar 22 menit.

Objek wisata Pasuha memiliki luas sekitar 20 hektar dari luas Desa Pulau Patai 182,86 kilometer persegi.

Dilokasi wisata ini pengunjung disuguhkan pemandangan alam yang masih asrri dengan meniti jembatan kayu yang cukup panjang.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces di Hari Selasa, 7 Juni 2022: Tetap Tenang dan Berpikiran Terbuka

Selain itu objek wisata Pasuha merupakan wisata yang bertemakan wisata alam susur sungai menggunakan jukung (perahu kayu tradisional).

Selain itu berbagai jenis anggrek hutan juga nampak disisi kiri dan kanan jembatan titian yang dibuat pemerintah desa Pulau Patai.

Jika beruntung pengunjung juga bisa menjumpai berbagai satwa liar di tempat ini seperti Orangutan, Bekantan, Burung Enggang, Burung Ranggok hingga Burung Tiung.

Baca Juga: Nilai Eksotis dan Makna yang terkandung dalam Seni Ukir Sapundu dan Balontang dari Kalimantan Tengah

Di lokasi ini kita juga bisa menangkap ikan secara tradisional dengan pancing/joran atau jala, masyarakat sekitar juga biasanya menyewakan perahunya untuk para penggemar mancing.

Tempat wisata ini sendiri mulai dibangun dan diresmikan Tahun 2019 dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: jadesta.kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X