KALIMANTANSATU.COM - Dana tabungan hari tua (THT) atau dana pensiun untuk aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola PT Taspen (Persero) mulai mendapat sorotan serius sebagian publik di Tanah Air.
Terkini, Nota Keuangan RAPBN 2026 mencatatkan ancaman kekurangan dana akibat meningkatnya klaim dari para pensiunan di masa mendatang.
Dalam dokumen keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu disebutkan, mayoritas program jaminan sosial yang dikelola Taspen sebenarnya masih berada di zona aman.
Rasio likuiditasnya di atas seratus persen, cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
Namun, program THT justru menunjukkan tren penurunan likuiditas.
Penyebabnya, mayoritas peserta saat ini berusia 40 sampai 50 tahun.
Dalam beberapa tahun ke depan, kelompok ini akan memasuki masa pensiun dan jumlah klaim diperkirakan melonjak signifikan.
"Program THT diperkirakan menghadapi rasio likuiditas dalam jangka panjang karena peningkatan rasio klaim, seiring komposisi peserta yang didominasi ASN usia 40 sampai 50 tahun," demikian tertulis yang dikutip dari Nota Keuangan RAPBN 2026, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Pemerintah menegaskan, skema pembiayaan pensiun pay-as-you-go yang bersumber dari APBN relatif aman.
Kendati demikian, potensi risiko tetap membayangi, terutama dari investasi dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang sangat sensitif terhadap kondisi pasar keuangan.
"Risiko fiskal dari program pensiun dan THT cukup signifikan dalam jangka menengah dan panjang, terutama jika tidak ada reformasi kebijakan yang tepat dan hati-hati," bunyi dokumen itu.
Ancaman ini bukan sekadar persoalan administrasi.
Jika tidak diantisipasi, membengkaknya klaim bisa menambah beban APBN karena pemerintah harus menutup kekurangan dana Taspen.
Artikel Terkait
Walau Berisiko Tinggi, Mengapa Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto ?
Laba Bersih Pop Mart Naik 400 Persen, Benarkah Bakal Sebar Penjualan Labubu Versi Mini untuk Ponsel ?
Mengapa OJK Minta Bank Turunkan Bunga Kredit ? Ini Alasannya
Kemenperin Soroti Sikap Paradoks Asosiasi Tekstil: Klaim Butuh Perlindungan, Ternyata Impor Naik 239 Persen
Seusai Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto, Begini Kata Ilmuwan AstraZeneca Carina Citra Dewi Joe Hingga Seniman Jaja Miharja
Terungkap saat Rapat Kemendagri, Komisi II DPR RI dan Kepala Daerah ! Hanya 11 Provinsi Masuk Kategori Fiskal Kuat di Indonesia, Paling Banyak Lemah
14 Cara Sukses Jualan Online Tahun 2025 ! Manfaatkan Marketplace untuk Menjangkau Pembeli Lebih Luas dan Penghasilan Ekstra
Mengenal Apa itu Kopra Mandiri, Keuntungan, Jenis Layanan, Siapa yang Bisa Menggunakan Hingga Cara Daftar untuk Nasabah Baru dan Lama Bank Mandiri
Apakah Perusahaan Rugi Bisa IPO di BEI ? Go Public Menjadi Kesempatan untuk Mengumpulkan Modal Signifikan
Sudah Melapor ke Presiden Prabowo, Mentan Amran Sulaiman Klaim Harga Beras Turun dan Siap Lakukan Kebijakan Ini