Era Transformasi Ekonomi Global, Ini Pesan Airlangga Hartarto untuk Generasi Muda agar Mampu Bersaing

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:34 WIB
Ilustrasi anak muda yang baru lulus kuliah di era transformasi ekonomi global. (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi anak muda yang baru lulus kuliah di era transformasi ekonomi global. (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah Republik Indonesia (RI) berupaya menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, salah satunya dengan memperkuat strategi pembangunan yang berfokus pada hilirisasi industri, digitalisasi ekonomi, serta pengembangan ekonomi hijau dan biru.

Dalam konteks ekonomi hijau, kata dia, Pemerintah mendorong transisi menuju energi bersih, peningkatan efisiensi sumber daya, serta pengembangan industri ramah lingkungan.

“Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor perubahan, penggerak inovasi, dan penjaga semangat kebangsaan dalam menghadapi dunia yang terus berubah. Transformasi ekonomi hanya dapat berhasil jika didukung SDM yang adaptif, produktif, dan berdaya saing," ungkapnya saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Upacara Wisuda Universitas Borobudur Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga: Masuk Prioritas Nasional dalam RPJPN 2025-2045, Intip Sejumlah Kebijakan Ekonomi Syariah yang Dilakukan oleh Pemerintah Indonesia

Airlangga menegaskan, generasi muda khususnya lulusan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing nasional di tengah transformasi ekonomi global yang semakin dinamis.

Saat ini, penting meningkatan kapasitas SDM di bidang teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan bioekonomi (genomika).

Lanjut dia, penguasaan terhadap teknologi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi ekonomi menuju produktivitas tinggi dan daya saing global.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan riset untuk menyiapkan talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Sekitar 70% pekerjaan pada 2030 akan menuntut penguasaan teknologi seperti AI dan IoT. Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja muda Indonesia,” pungkasnya.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X