Indonesia Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Melalui Two Countries Twin Parks Bareng Tiongkok, Skema Kerja Sama Apa Itu ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 27 November 2025 | 11:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri acara “The City of Blessings” China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference Two Countries Twin Parks, Rabu (26/11/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Kemenko Bidang Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri acara “The City of Blessings” China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference Two Countries Twin Parks, Rabu (26/11/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Kemenko Bidang Perekonomian)

KALIMANTANSATU.COM - Indonesia menggenjot pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2029 mendatang.

Satudiantaranya melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra global, termasuk Tiongkok melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).

Kerja sama yang erat antara kedua negara dipandang mampu mempercepat arus investasi, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta menyediakan tambahan devisa yang penting bagi ketahanan ekonomi nasional.

Dengan total populasi yang mewakili sekitar 1,7 miliar jiwa dan nilai ekonomi gabungan mencapai USD19,2 triliun, Indonesia dan Tiongkok berada pada posisi strategis sebagai kekuatan pasar dan produksi global.

Baca Juga: Berkontribusi Besar Menjadi Pilar Ekonomi Nasional, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Hilirisasi Minyak Sawit di Indonesia

Tiongkok juga tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai sekitar USD135 miliar pada tahun 2024 lalu.

Hal itu menegaskan peran Tiongkok sebagai mitra ekonomi strategis bagi Indonesia dalam mendorong pertumbuhan dan memperluas peluang kerja sama di masa mendatang.

Two Countries Twin Parks merupakan inisiatif strategis dua negara strategis, Indonesia dan China. Tujuannya adalah membangun dua kompleks industri di antara kota kembar, di antara kedua negara, agar sinergi kedua industri dan rantai nilai kedua negara dapat optimal,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menyampaikan closing statement pada acara “The City of Blessings” China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference Two Countries Twin Parks, Rabu (26/11/2025).

Kawasan kembar atau twin parks tersebut menjadi simbol terbentuknya ekosistem kolaboratif yang menggabungkan keunggulan komparatif Indonesia, mulai dari ketersediaan sumber daya termasuk potensi SDM, hingga kekuatan pasar domestik, dengan kapasitas Tiongkok dalam penyediaan teknologi, pembiayaan, dan pengalaman di sektor manufaktur.

Baca Juga: Demi Keandalan Distribusi, Patra Logistik dan Kemenhub Kolaborasi Tingkatkan Aspek Kenavigasian di TBBM Ketapang Kalimantan Barat

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

TCTP diharapkan dapat menjadi katalis bagi peningkatan investasi Tiongkok di Indonesia, khususnya melalui pengembangan kawasan industri di Batang yang saat ini menjadi proyek bersama TCTP kedua negara.

Selain itu, diharapkan kerja sama tersebut dapat diperluas ke berbagai wilayah lainnya, salah satunya Pulau Bintan sebagai salah satu potensi lokasi pengembangan berikutnya.

Sektor investasi utama Tiongkok terutama pada industri logam sebesar USD4 miliar dan industri farmasi sebesar USD1 miliar pada 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X