Saat ini Indonesia sendiri telah memiliki 19 perjanjian perdagangan, termasuk dengan Uni Eropa, yang akan berlaku efektif pada tahun 2027.
Hal tersebut tentu akan membuka akses baru bagi produk-produk buatan Indonesia dan memperkuat daya tarik Indonesia.
Airlangga Hartarto berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan mempercepat kolaborasi dalam proyek kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kota Fuzhou, Republik Rakyat Tiongkok, kembali memperkuat hubungan ekonomi melalui penandatanganan 16 Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama investasi dengan total nilai mencapai Rp36,4 triliun.
Penandatanganan dilakukan oleh para pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, serta disaksikan oleh Menko Airlangga.
Sebanyak 16 proyek kerja sama tersebut akan mulai diimplementasikan pada tahun 2026 dan mencakup sejumlah sektor prioritas nasional, yakni ekspor baja, nikel, dan komoditas industri, pengolahan pangan dan kelautan, industri perikanan terpadu, pengembangan energi matahari dan sistem penyimpanan energi, batubara dan rantai pasok bahan baku industri, riset dan kolaborasi kecerdasan buatan Indonesia–Tiongkok, teknologi baru dan peralatan industri, serta pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru.
Nilai investasi Rp36,4 triliun tersebut merepresentasikan 24,3% dari total komitmen investasi US$10 miliar yang disampaikan Pemerintah Kota Fuzhou saat menerima kunjungan Kemenko Perekonomian pada Agustus 2025 lalu.
“Kita membutuhkan lebih banyak proyek di sektor industri baja, manufaktur, perikanan, tekstil, pertanian, seperti teh, furnitur, teknologi baru seperti drone, baterai EP, termasuk infrastruktur dan AI itu sendiri. Sektor seperti ini prospektif bagi Indonesia, dan Pemerintah Indonesia berharap dengan penandatanganan nota kesepahaman hari ini, kolaborasi antara Tiongkok dan Indonesia semakin erat,” pungkas Airlangga.
(*)
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Petrosea Ambil Alih 60 Persen Saham Scan-Bilt Pte. Ltd Melalui Petrosea Services Solutions Ltd ! Langkah Strategis PTRO ?
Kabar Saham Hari Ini : Dorong Transisi Energi Terbarukan, Chandra Daya Investasi (CDIA) Operasionalkan PLTS 4,7 MWp Lewat Krakatau Chandra Energi
Kebahagiaan Petani Jonggol Karena Harga Pupuk Turun 20% Era Presiden Prabowo Subianto, Uki : Sekarang HET Padi Sudah Bagus
Kakek Usia 89 Tahun Dapat Bantuan Becak Listrik dari Uang Pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jombang
Waduh, Dugaan Korupsi 9 Proyek Fiktif PT PP Rugikan Negara Rp46,8 Miliar ! KPK Bongkar Skema Vendor Fiktif yang Gunakan Identitas OB dan Sopir
Kabar Saham Hari Ini : Usung Semangat Streaming The New Asia, VISION+ dan iQIYI Hadirkan Paket Combo Asia. Apa itu dan Berapa Harganya ?
Kabar Saham Hari Ini : M Cash Integrasi Jual Saham PT Satu Buat Negeri ke DMMX dan PT Digital Consumer Engagement, Segini Rincian Transaksi MCAS
Apa itu Support dan Resistance Saham ? Trader dan Investor Harus Tahu Bagaimana Contoh Penerapannya dengan Melihat Grafik Perdagangan
Demi Keandalan Distribusi, Patra Logistik dan Kemenhub Kolaborasi Tingkatkan Aspek Kenavigasian di TBBM Ketapang Kalimantan Barat
MR DIY Indonesia dan Rekosistem Kolaborasi Perluas Program Recycle Dropbox ke 52 Toko di wilayah Jabodetabek, Serang Hingga Bandung