Subsektor yang berada pada fase ekspansi tersebut memberikan kontribusi sebesar 94,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Nonmigas.
“Kami menilai peningkatan IKI terjadi karena pelaku industri mulai mengintensifkan kegiatan produksi untuk merespons dan memenuhi peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, serta hari raya keagamaan lainnya,” jelasnya.
Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi diantaranya Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer serta Industri Mesin dan Perlengkapan.
“Kenaikan angka IKI pada subsektor ini juga dipengaruhi oleh respons positif pelaku industri terhadap surat Menteri Perindustrian kepada Menteri Keuangan. Meskipun demikian, usulan tersebut masih dalam proses pembahasan antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan,” ungkap Jubir Kemenperin.
Sementara itu, subsektor yang masih mengalami kontraksi meliputi Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus, serta Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik.
Kontraksi pada subsektor tersebut antara lain dipengaruhi oleh pelemahan permintaan ekspor, faktor musiman, serta dampak kondisi geopolitik global.
Berdasarkan komponen penyusunnya, seluruh variabel IKI pada Januari 2026 berada di zona ekspansi.
Indeks pesanan tercatat sebesar 55,27, meningkat 2,51 poin, indeks produksi melonjak ke level 54,86 atau naik 6,45 poin setelah mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut.
Sementara itu, indeks persediaan berada pada level 50,14, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kembalinya variabel produksi ke zona ekspansi disebabkan karena industri sedang intensif memproduksi barang untuk memenuhi peningkatan demand hari besar keagamaan pada bulan Februari dan Maret 2026,” katanya.
Dari sisi pelaku usaha, survei IKI menunjukkan kegiatan usaha secara umum masih tergolong baik.
Sebanyak 78,5 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, meningkat dibandingkan Desember 2025.
Tingkat optimisme pelaku industri juga mengalami perbaikan menjadi 72,5 persen, sementara tingkat pesimisme menurun menjadi 4,5 persen.
IKI yang berorientasi pasar ekspor pada Januari 2026 tercatat sebesar 54,62, meningkat 2,26 poin dibandingkan bulan Desember 2025.
Artikel Terkait
4 Pejabat OJK Mundur Imbas IHSG Trading Halt Pasca Pengumuman MSCI ! Mirza Adityaswara Susul Mahendra Siregar, Inarno Djajadi & Aditya Jayaantara
Siapa Dirut BEI Baru Pengganti Iman Rachman ? OJK Akan Menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 21 Juta SID ! IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi Selama Periode 23-30 Januari 2026
Diskusi ISI : Bedah Konsep Strategis Amerika Serikat di Era Trump dan Dampaknya terhadap Keamanan Indo-Pasifik, Uji Peran Indonesia
Apa itu Quasimodo Pattern Dalam Analisa Teknikal Saham ? Wajib Tahu ! Ketahui Jenis, Cara Membaca, Kelebihan dan Kekurangannya
Apa itu Belt Hold Saham Trading ? Ada 2 Jenis Sob, Ketahui Contoh Cara Menggunakan dan Memanfaatkannya saat Investasi
IHSG Bergejolak Setelah Pengumuman Rebalancing MSCI 2026 ! Menko Airlangga Hartarto Beberkan Langkah Demutualisasi BEI, Satu Diantaranya Free Float
BI dan Pemerintah Indonesia Sepakat Perkuat Sinergitas Kendalikan Indeks Harga Konsumen Tetap Dalam Kisaran Sasaran 2,5±1% pada 2026
Bank Indonesia Bongkar Strategi Pengelolaan Cadangan Devisa di Tengah Ketidakpastian Global dan Volatalitas Pasar Keuangan, Ada Peluang Pertumbuhan ?
Apa itu Indikator ADX Saham ? Salah Satu Teknik Unggulan Trading ! Terkadang Average Directional Index Digunakan Trader untuk Mendeteksi Kekuatan Tren
Strategi Jangka Panjang ! Kemenperin Perkuat Pondasi Industri Semikonduktor Nasional, Begini Kata Agus Gumiwang Kartasasmita