Waktu Makin Mepet, Mentan Amran Sulaiman Target Cetak Sawah Rakyat Seluas 101.503 Hektare Dalam Satu Bulan ke Depan : 'Bergerak Cepat, Ini Penentu'

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 2 Maret 2026 | 10:35 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman meminta seluruh jajaran, termasuk TNI, untuk mengakselerasi penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam satu bulan ke depan. (Kalimantansatu.com/Dok. pertanian.go.id)
Mentan Andi Amran Sulaiman meminta seluruh jajaran, termasuk TNI, untuk mengakselerasi penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam satu bulan ke depan. (Kalimantansatu.com/Dok. pertanian.go.id)

KALIMANTANSATU.COM - Percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) dianggap penting oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Kebijakan ini sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan nasional.

Secara khusus, Mentan Amran meminta seluruh jajaran, termasuk TNI, untuk mengakselerasi penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam satu bulan ke depan.

“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101 ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI, bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,” kata Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Apakah Stok Pangan Aman saat Puasa Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026 ? Mentan Amran Sulaiman Ungkap Soal Beras dan Komoditas Utama Lainnya

Percepatan tersebut mencakup sejumlah provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.

Amran menekankan keterlibatan TNI dalam program cetak sawah merupakan bagian dari kolaborasi strategis lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.

Menurut dia, kondisi iklim dunia yang semakin tidak menentu, termasuk potensi El Nino, menjadi alasan utama percepatan perlu dilakukan.

“Kondisi iklim ekstrem bukan lagi pilihan, ini kewajiban kita untuk bersiap. Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Karena itu TNI, pemerintah daerah, dan seluruh jajaran harus turun tangan. Ini perintah strategis untuk menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Bangga Swasembada Pangan Tercapai Hanya dalam Waktu Setahun, Presiden Prabowo Subianto Deklarasi Bareng Petani Karawang : Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Ia mengingatkan pengalaman krisis pangan global saat El Nino 2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, tidak boleh bergantung pada impor.

Oleh karena itu, perluasan areal tanam melalui cetak sawah baru menjadi salah satu kunci penguatan produksi nasional.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada yang berhasil dipercepat dari target empat tahun menjadi satu tahun melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta dukungan petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Ini kerja kolaboratif. Babinsa, PPL, Kepala Dinas, Gubernur, Bupati, semua terlibat. Karena itu saya minta semangat yang sama untuk menyelesaikan target cetak sawah ini,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kementerian Pertanian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X