Tak Hanya Australia ! India dan Filipina Minat Impor Pupuk Urea dari Indonesia, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Hal Ini

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 23 April 2026 | 19:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan India dan Filipina berminat impor pupuk Urea dari Indonesia saat konferensi pers, Kamis (23/4/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan India dan Filipina berminat impor pupuk Urea dari Indonesia saat konferensi pers, Kamis (23/4/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - India dan Filipina berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, niat kedua negara tersebut seiring dengan posisi produksi nasional yang saat ini mengalami surplus sejauh ini.

“Pupuk kita mengalami surplus sehingga beberapa negara, seperti India, Filipina, maupun Australia meminta kepada Indonesia,” ungkap Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).

Menurut Airlangga, salah satu faktor utama yang mendorong permintaan tersebut adalah harga pupuk Indonesia yang kompetitif.

Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menetapkan harga gas bagi industri pupuk di kisaran USD 6 per MMBTU guna menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga: Membuka 706 Ribu Lapangan Kerja ! Investasi yang Masuk ke Indonesia Tembus Rp498,8 T di Triwulan I 2026

Namun demikian, hingga saat ini pemerintah baru menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia.

Adapun kemarin, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui ekspor pupuk ke negara tersebut sebesar 250 ribu ton, yang disambut baik oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

“Jadi, Indonesia punya resiliensi di sektor pangan, terutama karena dari segi pupuk urea juga aman,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan sejumlah negara, seperti India, Filipina, Thailand, dan Brasil, berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia dengan total volume mencapai 1 juta ton.

Hal ini terjadi menyusul produksi nasional sebesar 7,8 juta ton, yang melebihi kebutuhan domestik sebesar 6,3 juta ton.

Dengan pendekatan tersebut, ekspor tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, tetapi juga tetap menjamin ketersediaan pupuk bagi kebutuhan petani di dalam negeri.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X