Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat Tercapai 2029, Begini Penegasannya

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 29 April 2026 | 20:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto diwawancarai saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto diwawancarai saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, CILACAP Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen mewujudkan swasembada energi nasional paling lambat pada 2029.

Fokusnya mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke energi terbarukan.

Prabowo mengatakan pemerintah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Ia menekankan bahwa target tersebut bukan sekadar rencana jangka panjang, melainkan komitmen yang akan dikejar secara cepat dan terukur.

Baca Juga: Harapan Prabowo Ingin Panjang Umur untuk Melihat Kebangkitan Indonesia Jaya, Dihormati Bangsa Lain dan Rakyat Makmur

“Swasembada energi target kita akhir 2029, paling lambat. Kalau bisa lebih dulu, ya kita akan bekerja cepat,” ujar Prabowo saat kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar.

Prabowo menyebut kekayaan alam tersebut sebagai karunia besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita optimistis, Yang Mahakuasa memberi karunia kita sumber-sumber yang luar biasa,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pengelolaan yang baik dan komitmen kuat untuk menjaganya.

Baca Juga: Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Prabowo Sentil Pemegang Konsesi Tambang dan Perkebunan Simpan Uang di Luar Negeri

Sebab menurutnya, pengelolaan yang baik dapat melindungi Indonesia dari konflik kepentingan global.

Ia menambahkan, negara yang kaya sumber daya alam kerap menjadi sasaran konflik kepentingan internasional. Demi menghindari potensi tersebut, maka Indonesia harus mampu mengelola kekayaan tersebut sebaik-baiknya demi kepentingan nasional.

"Tinggal kita pandai mengelola atau tidak, kita berani menjaga atau tidak," pungkas Prabowo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X