Kedua, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei dan 25 bps pada Juni untuk menjaga daya tarik investasi pada instrumen keuangan domestik dan mendorong arus modal masuk.
Ketiga, BI juga tetap mengandalkan penerbitan SRBI untuk menarik kembali aliran portofolio asing yang sempat keluar akibat gejolak global. Dalam hal ini, BI melakukan lelang SRBI dua kali seminggu dan memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing sebesar 10 persen guna meningkatkan daya tarik investasi.
Keempat, BI juga berkomitmen menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Baca Juga: Ekonom INDEF Ibaratkan Ekonomi RI bak Sepak Bola, Sarankan Waktunya Ganti Strategi!
Kelima, BI akan melanjutkan kebijakan pembatasan pembelian dolar AS di pasar domestik dan transfer dolar AS ke luar negeri yang mulai diberlakukan sejak awal Juni.
Dalam kebijakan tersebut, BI membatasi pembelian dan transfer dolar AS ke luar negeri tanpa underlying transaction sebesar USD 25.000 per pelaku per bulan, turun dari USD 50.000 per pelaku per bulan pada ketentuan sebelumnya.
"Kami juga meningkatkan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi. Kami bersama terjun ke bank-bank untuk meyakinkan bahwa transaksi valas di perbankan, yang dari korporasi maupun dari individu, itu harus ada underlying-nya," ujar dia.
(*)
Artikel Terkait
BI Rate Naik Menjadi 5,5 Persen, Inilah Dampak yang Berpotensi Dirasakan Masyarakat
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan Prabowo Subianto, Kepala Bakom RI Qodari Sebut 'Bapak Transformasi Bangsa'
Dasco Beberkan Ikhwal Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Prabowo Subianto
Ingatkan Amanah ! Pesan Gus Miftah untuk Pejabat Atas hingga Petugas SPPG, Ada Hak Masyarakat dalam Program MBG
Minta Kejelasan Dana Rp218 M, Investor Tagih Janji ke BGN Setelah Hak Kelola 97 Dapur MBG Tak Kunjung Rampung
Harga Pertamax Naik per 10 Juni 2026, Menkeu Purbaya Yakin Tak Berdampak ke Inflasi: Harusnya Limited
Ekonom INDEF Ibaratkan Ekonomi RI bak Sepak Bola, Sarankan Waktunya Ganti Strategi!
Skandal Korupsi Chromebook Dinilai Tabrak Perpres 16-2018, Nadiem Makarim Dituding Sengaja Perintah Direktur SD-SMP ! JPU Tolak Semua Pledoi di Sidang
Isu Rupiah Makin Keok hingga Bikin Cemas Investor! Chatib Basri Beberkan Alasan Logis dari Risiko Fiskal, Benarkah Kondisi Ekonomi RI 2026 Mirip 1998?
Kontroversi Pelaksanaan SPMB 2026 di Jabar Picu Polemik! Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Kadisdik Diganti, Nilai Tak Becus Urus Anggaran