Volume Grinding Kakao Indonesia Q2 2026 Melonjak 30,1%, Dominasi 49% Pasar Asia !

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:27 WIB
Sektor industri pengolahan kakao nasional mencatatkan tren pertumbuhan signifikan pada triwulan kedua (Q2) 2026 di tengah gejolak pasar global. Berdasarkan laporan Grind Statistics Q2 2026, volume penggilingan (grinding) kakao Indonesia mencapai 110.410 ton atau melesat 30,1% dibandingkan Q1 2026. (Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Sektor industri pengolahan kakao nasional mencatatkan tren pertumbuhan signifikan pada triwulan kedua (Q2) 2026 di tengah gejolak pasar global. Berdasarkan laporan Grind Statistics Q2 2026, volume penggilingan (grinding) kakao Indonesia mencapai 110.410 ton atau melesat 30,1% dibandingkan Q1 2026. (Kalimantansatu.com via Gemini AI)

Menanggapi penguatan daya saing ini, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyoroti pentingnya gelaran Indonesia International Cocoa Conference 2026 sebagai ajang akselerasi industri dan perluasan rantai nilai.

Menurut Putu Juli Ardika, penyelenggaraan konferensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, mempercepat transformasi industri, memperluas akses pasar, serta mewujudkan sistem produksi kakao yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui tema "The Rise of Indonesian Cocoa: The Pearl of Asia for the World," ajang internasional ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak hanya menjadi negara penghasil kakao, tetapi juga sebagai pusat industri pengolahan kakao berkelas dunia yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, memenuhi standar keberlanjutan internasional, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, industri, serta perekonomian nasional. 

(*_*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X