ekonomi-bisnis

Bank Indonesia Ungkap Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah 12 September 2025, Cek Rinciannya

Sabtu, 13 September 2025 | 11:21 WIB
Logo Bank Indonesia (BI) (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengungkap perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini.

Sesuai perkembangan Nilai Tukar 8-12 September 2025, pada akhir hari Kamis 11 September 2025 Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.455 per dolar AS.

Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun relatif stabil di 6,37%.

Di sisi lain, DXY melemah ke level 97,53.

Termasuk Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,021%.

Baca Juga: Meski Lebih Rendah dari Juli, BI Pastikan Posisi Cadangan Devisa Indonesia Tetap Tinggi pada Akhir Agustus 2025

"Pada pagi hari Jumat, 12 September 2025, Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.425 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,33%," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9/2025).

Sementara, berdasarkan aliran Modal Asing (Minggu II September 2025), premi CDS Indonesia 5 tahun per 11 September 2025 sebesar 69,04 bps, turun dibanding dengan 4 September 2025 sebesar 69,55 bps.

Berdasarkan data transaksi pada 8-11 September 2025, lanjut Denny, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp14,24 triliun.

" Terdiri dari jual neto sebesar Rp2,22 triliun di pasar saham, Rp5,45 triliun di pasar SBN, dan Rp6,57 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," imbuhnya.

Baca Juga: Ikut Jejak Bank Indonesia ! Mulai 28 Agustus 2025, LPS Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen

Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 11 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp54,33 triliun di pasar saham dan Rp117,72 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp58,94 triliun di pasar SBN.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," pungkasnya.

(*)

Tags

Terkini