ekonomi-bisnis

Begini Jawaban Pertamina soal Kekosongan Stok BBM SPBU Swasta yang Masih Terjadi Sampai Sekarang ! Benarkah Ambil Keuntungan dan Memanfaatkan Situasi

Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:57 WIB
Pertamina menyatakan tak ambil keuntungan pada polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta. (Kalimantansatu.com/Dok. Unsplash aldrinrachmanpradana)

KALIMANTANSATU.COM - Hingga sekarang, kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) swasta masih terjadi.

Pasalnya, SPBU swasta memilih mundur dari kolaborasi dengan Pertamina meski kargo BBM impor sudah tiba di Indonesia.

Kelangkaan BBM di SPBU swasta ini membuat pelayanan pada pelanggannya menjadi tak maksimal.

Dari sisi PT Pertamina (Persero), badan usaha negara itu menegaskan tak ambil keuntungan terkait kelangkaan BBM yang sedang dihadapi oleh SPBU swasta.

Baca Juga: TKD Dipotong, 18 Gubernur Geruduk Kantor Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ! Mengapa Daerah Menjerit ? Ini Alasannya

“Pertamina tidak memanfaatkan situasi. Kami juga tidak mencari keuntungan,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri kepada awak media di kawasan Sarinah, Jakarta pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Masih Terbuka dengan Negosiasi

Simon juga mengungkapkan bahwa ke depannya, masih mungkin untuk melakukan pembicaraan.

Selain itu, Pertamina dan pihak SPBU swasta sudah sepakat dengan open book dengan kesepakatan harga agar harga BBM di masyarakat nantinya tidak mengalami kenaikan.

“Pembicaraan masih terus, yang pasti dari kita juga membuka diri dari SPBU swasta juga. Sama-sama kan kita sudah ini semua, open book dan agar harga di masyarakat tidak terpengaruh, tidak ada kenaikan harga,” paparnya.

Baca Juga: BBM Pertamina Ditolak oleh SPBU Swasta Karena Dianggap Tidak Sesuai Standar ! DPR Kritik Keras Pembatasan Impor, KPPU Soroti Dominasi

SPBU Batal Kolaborasi dengan Pertamina karena Kandungan Etanol 3,5 Persen

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar mengungkapkan alasan di balik mundurnya VIVO dan APR dari kesepakatan sebelumnya.

“VIVO membatalkan untuk melanjutkan, akhirnya tidak disepakati lagi. Lalu tinggal APR. APR akhirnya tidak juga. Jadi, tidak ada semua,” ujar Achmad Muchtasyar dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI pada 1 Oktober 2025 lalu.

VIVO sendiri sebelumnya sudah menyepakati pembelian 40 ribu barel base fuel dari Pertamina.

Halaman:

Tags

Terkini