ekonomi-bisnis

Bagaimana APBN 2026 di Tangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ? Ini Gambarannya dan Ada Kabar Bahagia bagi Pegawai Berprestasi

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:54 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2026 (APBN 2026) akan dijalankan dengan prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @menkeuri)

KALIMANTANSATU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2026 (APBN 2026) akan dijalankan dengan prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran.

Langkah-langkah pengelolaan uang negara bakal dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu sistem keuangan nasional. 

“Kami pastikan pengelolaan fiskal dijalankan dengan hati-hati, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat,” tegas Menkeu Purbaya saat Media Gathering secara virtual bersama sejumlah wartawan ekonomi nasional pada Jumat (10/10/2025).

Purbaya juga optimistis terhadap prospek ekonomi nasional.

Baca Juga: Komentar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soal Rencana Kementerian PU Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN, Sebelumnya Digagas Menteri PU Dody Hanggodo

Ia menjelaskan bahwa percepatan belanja pemerintah dan pertumbuhan kredit perbankan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025, hingga tahun 2026.

Pemerintah, kata dia, akan memastikan program belanja berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan tanpa kebocoran.

Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat integritas aparatur fiskal, khususnya di bidang perpajakan dan kepabeanan.

Ia menegaskan akan memberi penghargaan bagi pegawai berprestasi serta menindak tegas pelanggaran yang terjadi, demi menjaga profesionalitas dan kepercayaan publik.

Di sisi lain, Purbaya menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Tegaskan Dukungan Penuh Pemerintah untuk Pasar Modal Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: IHSG to the Moon

Ia menimpali, pemerintah akan terus mengoptimalkan pembiayaan pembangunan tanpa membebani fiskal secara berlebihan.

"Memastikan setiap utang digunakan secara produktif dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkasnya.

(*)

Tags

Terkini