Transformasi Digital Jalan Sehat Menuju Keberlanjutan Industri Keuangan, Ketika Data dan AI Menjadi Mesin Baru Pertumbuhan Asuransi Indonesia

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:34 WIB
Transformasi digital jadi salah satu kunci keberlanjutan industri keuangan dan asuransi. (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik rawpixel)
Transformasi digital jadi salah satu kunci keberlanjutan industri keuangan dan asuransi. (Kalimantansatu.com/Dok. Freepik rawpixel)

KALIMANTANSATU.COM - Kini disrupsi digital menjadi keniscayaan di hampir seluruh sektor ekonomi, termasuk industri keuangan dan asuransi.

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia menyaksikan percepatan besar-besaran dalam adopsi teknologi di sektor e-commerce, transportasi digital, hingga layanan keuangan berbasis daring.

Laporan e-Conomy SEA 2024 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat, ekonomi digital Asia Tenggara pada 2024 mencapai nilai sekitar Rp4.320 triliun, tumbuh 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sektor e-commerce menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp1.082 triliun.

Baca Juga: Mau Hadiah Liburan ke Jepang ? Promo HUT Mandiri ke-27 ! Ketahui Apa itu Racing Tabungan Multicurrency, Syarat, Cara Daftar dan Mekanisme Hitung Poin

Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital, menuntut industri keuangan dan asuransi untuk beradaptasi menghadirkan produk yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan pengguna.

Menjawab Regulasi dan Kepercayaan Publik

Transformasi digital di sektor keuangan tidak semata tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan tata kelola yang kuat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kebijakan seperti POJK 11/2023 dan POJK 23/2023 menegaskan pentingnya governance, manajemen risiko, serta transparansi pelaporan.

Regulasi tersebut menjadi ‘rem dan pedal gas’ yang menjaga keseimbangan antara inovasi dan akuntabilitas.

Dalam era keterbukaan informasi, kepercayaan publik menjadi aset paling berharga. Reputasi perusahaan kini tidak hanya ditentukan oleh laporan keuangan tahunan, tetapi juga oleh pengalaman pelanggan yang tersebar luas melalui media sosial.

Baca Juga: Apa itu Bapanas ? Amran Sulaiman Jadi Kepala Bapanas yang Baru Gantikan Arief Prasetyo Adi, Ketahui Sejarah Badan Pangan Nasional/National Food Agency

Big Data dan AI: Pilar Transformasi Baru

Sektor asuransi kini banyak memanfaatkan big data analytics untuk menakar risiko dan merancang strategi bisnis yang lebih akurat.

Data perilaku, gaya hidup, hingga histori kesehatan nasabah menjadi dasar dalam mengembangkan produk usage-based insurance, yakni di mana premi disesuaikan dengan perilaku pengguna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X