KALIMANTANSATU.COM - Kawasan Asia Tenggara tercatat telah menyambut sekitar 123 juta wisatawan pada tahun 2024.
Angka tersebut meningkat dari 109 juta saat sebelum pandemi Covid-19.
Sekaligus menunjukkan perbaikan persepsi terhadap kualitas pariwisata di kawasan ini.
Di Indonesia, sektor pariwisata terus menunjukkan tren positif dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 4% pada tahun 2024, naik dari 3,9% pada 2023.
Indonesia sendiri menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 14 hingga 16 juta pada tahun 2025.
Hingga Agustus 2025, jumlah kunjungannya telah mencapai 10,04 juta orang, meningkat 10,38% (yoy).
Di sisi lain, target perjalanan wisatawan nusantara untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar 1,08 miliar perjalanan.
Periode Januari–Agustus 2025 mencatat 807,55 juta perjalanan domestik, tumbuh sekitar 19,71% (yoy) dibandingkan tahun lalu.
Kebijakan Strategis
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Pemerintah akan terus memperkuat ekosistem pariwisata nasional melalui berbagai kebijakan strategis.
“Pasca Covid-19, banyak negara, termasuk Indonesia, tengah berupaya membangun kembali industri pariwisatanya. Saat ini, pariwisata global perlahan pulih, termasuk di Asia Tenggara,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 dan Southeast Asia Business Event Forum (SEABEF) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10/2025).
Langkah-langkah yang ditempuh meliputi pembangunan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas dan kualitas destinasi wisata, penguatan regulasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata.
Hingga saat ini, sebanyak 36 bandara internasional telah dibuka untuk mendukung konektivitas antarwilayah dan memperluas akses wisata di tanah air.