ekonomi-bisnis

1 Tahun Prabowo-Gibran, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Beberkan Pencapaian Fiskal dan Rencana Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kamis, 16 Oktober 2025 | 07:27 WIB
Menkeu Purbaya mengungkapkan pencapaian dan hal yang harus diperbaiki dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @menkeuri)

KALIMANTANSATU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan kondisi perekonomian Indonesia dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menkeu Purbaya menyebut ada pencapaian yang berhasil diraih selama Prabowo memimpin, namun di sisi lain ada kebijakan yang perlu diperbaiki.

Selain itu, Purbaya juga memuji pemerintah dengan memiliki program yang pro dengan rakyat.

Kebijakan Fiskal Tetap Terjaga

Purbaya menegaskan fiskal negara masih berada di jalur tepat, yakni masih di bawah 3 persen di bawah Produk Domestik Bruto (PDB).

“Yang baik ya kita masih jaga kebijakan fiskal masih prudent di bawah 3 persen ke PDB defisitnya, rasio utangnya masih di bawah 60 persen, masih di bawah 40 persen,” kata Menkeu Purbaya kepada wartawan di kantor DJP Jakarta pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Baca Juga: Utang Indonesia Tembus Rp9.138 Triliun ! Mengapa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Nominal Bukan Segalanya di Tengah Bayang Pajak Masa Depan ?

“Terus program-program yang dijalankan betul-betul pro rakyat, hanya kita pastikan jalan dengan betul aja, maksimal, yang kita perlukan itu,” imbuhnya.

Penumpukan Uang di Bank Sentral Hambat Ekonomi

Dari sisi kelemahan, Purbaya menyebut sempat ada penumpukan uang di Bank sentral (BI) yang membuat ekonomi terhambat, namun kini tengah dalam perbaikan melalui kebijakan-kebijakan.

“Jadi, harusnya ke depan akan lebih bagus lagi dan mungkin itu yang utama,” tegasnya.

Pelan-pelan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Saat ditanya mengenai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Purbaya meminta bersabar karena harus pelan-pelan dalam prosesnya.

“Nggak mungkin tahun depan, kan. Nggak mungkin setahun. Saya pikir kita pelan-pelan bergerak makin cepat, kemarin terjebak di 5 persen nanti kita coba akhir triwulan bisa nggak di 5,5 persen. Tahun depan kita dorong ke arah 6 persen atau mendekati 6 atau lebih sedikit,” paparnya.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : Dicecar BEI, Manajemen Alamtri Minerals Indonesia Ungkap Penyebab Mengapa Tiga Anak Perusahaan ADMR Belum Operasional

Halaman:

Tags

Terkini