ekonomi-bisnis

Di Syukuran 1 Tahun Danantara, Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Krisis Adalah Peluang ! Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Kamis, 12 Maret 2026 | 21:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara syukuran satu tahun berdirinya Danantara di Wisma Danantara Indonesia, Rabu (11/3/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan situasi dunia saat ini sedang diliputi ketidakpastian, di antaranya akibat konflik geopolitik.

Ancaman krisis membayangi dunia. Namun menurut Prabowo, krisis justru menciptakan peluang.

Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, Prabowo optimistis Indonesia bisa semakin kuat dan melalui krisis yang melanda dunia ini.

"Krisis adalah ujian, batu loncatan. Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah. Saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini. Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat. Krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," kata Prabowo dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Pesan Prabowo di Syukuran 1 Tahun Danantara Indonesia, Ingatkan Tata Kelola yang Baik Menjadi Krusial Agar Tidak Rugi

Situasi dunia saat ini, Prabowo melanjutkan, mendorong Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi. Sebab, ketersediaan pangan dan energi sangat vital dalam keadaan krisis.

Di bidang pangan, Indonesia sudah berhasil mencapai swasembada beras.

Prabowo ingin Indonesia juga segera swasembada jagung maupun bahan pangan lainnya.

"Kita sudah punya rencana swasembada pangan. Alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," ucapnya.

Sedangkan di bidang energi, Prabowo mendorong pemanfaatan sawit dan singkong untuk bahan bakar pengganti BBM.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bangga Prestasi 1 Tahun Danantara Indonesia, Return on Asset Meningkat 300%

Dengan begitu, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada BBM impor.

Saat ini Indonesia sudah tak lagi impor BBM jenis Solar berkat pengembangan biodiesel dari kelapa sawit.

Potensi-potensi energi terbarukan, mulai dari panas bumi hingga surya juga akan dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Halaman:

Tags

Terkini