ekonomi-bisnis

Komitmen Solusi Kesehatan Masyarakat, Combiphar melalui Brand Maltofer Mendorong Generasi Sehat dan Cerdas Lewat Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas

Rabu, 15 April 2026 | 13:53 WIB
Combiphar melalui brand Maltofer resmi meluncurkan kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas. (Kalimantansatu.com/Dok. Combiphar)

KALIMANTANSATU.COM - Memasuki usia ke-55 tahun, Combiphar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi kesehatan yang relevan bagi masyarakat Indonesia melalui semangat #SehatkanKiniMenangkanEsok.

Combiphar secara konsisten berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam menjawab tantangan kesehatan yang masih banyak dihadapi, seperti kekurangan zat besi di berbagai kelompok usia.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Combiphar melalui brand Maltofer resmi meluncurkan kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas.

Baca Juga: Anak Usaha ELPI Beli Kapal MPSV Bourbon Evolution 805, Intip Spesifikasinya dan Dampak bagi Kinerja PT ECT juga Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari

Sebuah inisiatif edukatif yang bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya zat besi sekaligus lebih cermat dalam memilih suplementasi yang tepat di setiap tahap kehidupan—mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa dan ibu hamil.

Kemampuan kognitif seperti fokus/konsentrasi dan daya ingat, memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas belajar dan produktivitas sehari-hari.

Salah satu nutrisi esensial yang berkontribusi terhadap fungsi tersebut adalah zat besi. Namun, kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih luas.

Prevalensi anemia di Indonesia masih tergolong cukup tinggi.

Baca Juga: Launching WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan, Jasnita Telekomindo (JAST) Ditunjuk Sebagai Penyedia Layanan Platform Selama 2 Tahun

Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia tercatat pada anak usia 0-4 tahun 23,8%, 5-14 tahun 16,3% dan pada perempuan secara keseluruhan 18,0% (SKI 2023).

1. Pada Ibu Hamil, secara global WHO mencatat kasus anemia sekitar 37%

2. Sebagian besar kasus anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekurangan zat besi masih menjadi tantangan kesehatan yang berdampak pada fungsi kognitif, kemampuan belajar, serta potensi tumbuh kembang jika tidak ditangani dengan tepat.

Memahami Zat Besi

Direktur PT Combiphar, Weitarsa Hendarto mengatakan melalui kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas, pihaknya ingin mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pemenuhan zat besi secara tepat di setiap tahap kehidupan.

"Maltofer sendiri telah dikenal luas melalui rekomendasi tenaga kesehatan, dan sebagai obat bebas, dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat untuk membantu menangani kekurangan zat besi, baik dengan maupun tanpa anemia," kata Weitarsa.

Baca Juga: Bank BRI Bagi Dividen Saham BBRI Rp52,1 Triliun ! Cek Siapa yang Berhak, Jadwal Tanggal Cum, Ex Hingga Tata Cara Pembayaran

"Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat Indonesia," timpalnya.

Halaman:

Tags

Terkini