Konsumsi Rumah Tangga Gendong Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I 2026, Intip Hasil Riset BRI Danareksa Sekuritas

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 13 April 2026 | 22:41 WIB
ILUSTRASI PERTUMBUHAN EKONOMI - BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,36 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Kuartal I 2026. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Geralt)
ILUSTRASI PERTUMBUHAN EKONOMI - BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,36 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Kuartal I 2026. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Geralt)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,36 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Kuartal I 2026.

Hal tersebut berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan pada Senin (13/4/2026).

"Kami mencatat bahwa potensi angka PDB (Produk Domestik Bruto) yang baik dapat memberikan sedikit kelegaan. Kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia sekitar 5,36 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026," tulis riset tersebut, dikutip pada Senin (13/4/2026).

Permintaan domestik yang tangguh, terutama konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Semakin Menarik bagi Investor Asing di Tengah Gejolak Global, Apa Penyebabnya ? Begini Kata Rosan Roeslani

Riset mengungkapkan bahwa pengeluaran rumah tangga solid sepanjang Januari-Maret 2026.

"Terutama hingga Februari, seperti yang tercermin dalam aktivitas ritel yang stabil dan sentimen konsumen yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli terus mendukung aktivitas ekonomi secara keseluruhan," demikian penjelasan riset BRI Danareksa Sekuritas.

Investasi pun menguat, didukung oleh Purchasing Managers Index (PMI) ekspansif yang menunjukkan kondisi bisnis membaik dan pemulihan bertahap dalam belanja modal.

Riset BRI Danareksa Sekuritas juga menyebut penguatan belanja pemerintah pada awal tahun turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini mengurangi penumpukan pengeluaran yang biasa terjadi dan memberikan dukungan tambahan untuk pertumbuhan awal tahun," tulis riset tersebut.

Baca Juga: Apa Alasan Prabowo Kunjungi Rusia ? Terungkap Ketika Bertemu Vladimir Putin

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 yang mencapai 122,9 poin mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia masih optimistis dengan kondisi ekonomi saat ini.

"Indeks tersebut tetap berada dalam wilayah ekspansif, menunjukkan bahwa sentimen masih mendukung konsumsi. Lebih penting lagi, kepercayaan rata-rata pada kuartal pertama tahun 2026 masih lebih tinggi daripada pada kuartal pertama tahun 2025, menunjukkan bahwa sentimen secara keseluruhan telah membaik," papar riset BRI Danareksa Sekuritas.

Tekanan geopolitik, khususnya melalui harga energi global yang lebih tinggi, kemungkinan mulai meningkatkan biaya menjelang akhir kuartal I 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X