KALIMANTANSATU.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua roadmap strategis sebagai langkah untuk memperkuat pendalaman pasar keuangan, meningkatkan pelindungan investor, serta mendorong pendanaan dan investasi berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertama, Roadmap Pengembangan Pasar Derivatif Berlandaskan Instrumen Pasar Modal 2026-2030.
Kedua, Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan Indonesia 2026-2030.
Penerbitan kedua roadmap ini menegaskan komitmen OJK dalam membangun sektor jasa keuangan yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional, termasuk target net zero emission Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Penguatan Pasar Derivatif untuk Mewujudkan Pasar yang Likuid dan Kredibel
Melalui Roadmap Pengembangan Pasar Derivatif Berlandaskan Instrumen Pasar Modal 2026–2030, OJK menetapkan arah pengembangan pasar derivatif yang likuid, efisien, kredibel, dan berintegritas, serta mampu berperan sebagai instrumen penting dalam manajemen risiko dan pendalaman pasar keuangan.
Roadmap ini disusun berdasarkan empat pilar utama, yaitu:
-
Pilar I: Penguatan Pelindungan Investor, meliputi pengembangan kerangka klasifikasi investor ritel dan profesional yang terintegrasi dengan single investor identification, harmonisasi standar know your customer, pembatasan leverage bagi investor ritel, penerapan negative balance protection, penguatan pemisahan aset nasabah, serta pengembangan dana pelindungan investor.
-
Pilar II: Harmonisasi dan Pengawasan Intermediari, diarahkan pada penyelarasan perizinan, standar tata kelola, dan persyaratan permodalan bagi seluruh intermediari dalam kerangka OJK, disertai penguatan manajemen risiko, kewajiban pelaporan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui sertifikasi derivatif dan pengembangan profesional berkelanjutan.
-
Pilar III: Pengembangan Pasar, dalam rangka memperluas variasi produk derivatif dan meningkatkan partisipasi pasar, khususnya dari investor institusi, melalui pengembangan kontrak derivatif baru, baik yang diperdagangkan di bursa maupun over-the-counter yang terstandardisasi, serta penguatan likuiditas pasar melalui kerangka liquidity provider dan fasilitasi partisipasi lintas pasar.
-
Pilar IV: Efisiensi Infrastruktur, untuk mendorong penguatan struktur bursa dan lembaga kliring agar lebih efisien dan diakui secara internasional, termasuk melalui implementasi standar IOSCO/PFMI, penguatan kapasitas menuju Qualifying CCP, serta pengembangan kerangka pengelolaan agunan lintas aset yang terintegrasi sesuai standar internasional.
Seluruh pilar tersebut diimplementasikan dengan dukungan enabler, antara lain koordinasi lintas pemangku kepentingan, penguatan pengaturan dan perizinan, peningkatan pengawasan dan pelaporan, serta sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan secara bertahap dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Artikel Terkait
Menko Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari 1998 dan Bandingkan Defisit Anggaran Negara Lain
Ini Alasan Asian Development Bank (ADB) Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun 2026 dan 2027 ! Stabil di Tengah Dinamika Global
Terus Kebut ! Melihat Deretan Progres Nyata Reformasi Pasar Modal Indonesia yang Telah Rampung Digarap OJK, BEI Hingga KSEI
Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Diramal 5,54 Persen ! Ekonom UI Ungkap Hasil Kajiannya
Indonesia Masuk BRICS Dapat Dukungan Rusia, Prabowo Subianto Beri Apresiasi Vladimir Putin di Moskow, Buka Banyak Peluang Kerja Sama
Apa Alasan Prabowo Kunjungi Rusia ? Terungkap Ketika Bertemu Vladimir Putin
Pemerintah Indonesia Semakin Menarik bagi Investor Asing di Tengah Gejolak Global, Apa Penyebabnya ? Begini Kata Rosan Roeslani
Konsumsi Rumah Tangga Gendong Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I 2026, Intip Hasil Riset BRI Danareksa Sekuritas
Membedah Strategi Rencana Penambahan 3 Kegiatan Usaha Baru Transkon Jaya ! Dari Alasan, Tujuan Hingga Asumsi Pengaruh bagi Kinerja TRJA ke Depan
Bank BRI Bagi Dividen Saham BBRI Rp52,1 Triliun ! Cek Siapa yang Berhak, Jadwal Tanggal Cum, Ex Hingga Tata Cara Pembayaran