ekonomi-bisnis

Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Strategis Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Kamis, 30 April 2026 | 19:56 WIB
Kerja sama strategis antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd menjadi langkah nyata dalam menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri. (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenperin)

KALIMANTANSATU.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, sebagai fondasi bagi pengembangan industri nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Seiring dengan pertumbuhan sektor manufaktur yang terus meningkat, kebutuhan terhadap ketersediaan air bersih dan sistem pengolahan limbah yang andal menjadi semakin krusial.

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pengembangan teknologi yang lebih modern dan efisien.

Baca Juga: April 2026, Kinerja Industri Pengolahan Nasional Masih Tunjukkan Ketahanan di Tengah Dinamika Global ! Jubir Kemenperin Beberkan Variabel IKI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, bahwa penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah merupakan salah satu kunci dalam memajukan transformasi industri nasional menuju keberlanjutan.

“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta pekan lalu.

Kerja sama strategis antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd menjadi langkah nyata dalam menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri.

Baca Juga: Kunjungi UMKM Pulau Rinca NTT, Menteri Maman Abdurahman Tegaskan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Lewat PNM Untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air baku yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah industri, serta menjaga ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah industri di Indonesia.

Selain itu, pengembangan teknologi desalinasi air laut juga membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi garam industri nasional.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.

Kementerian Perindustrian juga terus mengakselerasi penerapan prinsip ekonomi sirkular di kawasan industri melalui pemanfaatan kembali air limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, juga optimalisasi penggunaan sumber daya air secara efisien.

Baca Juga: Pemerintah Godok Payung Hukum untuk Pelindungan UMKM di Pasar Digital, Menteri Maman Abdurahman Sampaikan Progres dan Tujuannya

Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Halaman:

Tags

Terkini