Sempat Tak Punya Ongkos, Sawinah Gembira Sang Anak Kembali Mengenyam Pendidikan Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB
Sempat Tak Punya Ongkos, Sawinah Gembira Sang Anak Kembali Mengenyam Pendidikan Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Sempat Tak Punya Ongkos, Sawinah Gembira Sang Anak Kembali Mengenyam Pendidikan Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, PATI - Sawinah hidup dalam keterbatasan. Perempuan berusia 48 tahun itu menempati rumah beratap seng gelombang di Desa Poh Gading, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Tulisan “Keluarga Pra Sejahtera Miskin Penerima Bansos” tertera jelas di dinding rumahnya.

Siapa sangka, rumah tersebut menyimpan banyak cerita. Rumah ini menjadi saksi bisu atas jerih payah Sawinah dalam membesarkan dua buah hatinya.

Sejak dulu, kedua anaknya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.

Suatu hari, suami Sawinah pamit merantau demi memperoleh penghidupan yang lebih baik. Namun hingga kini, ia tidak pernah kembali ke rumah sederhana itu.

Baca Juga: Manfaat Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto, Remaja yang Dulu Harus Kerja Bengkel Kini Dapat Pendidikan Gratis

"Bilangnya dulu merantau, tapi sudah berapa tahun (suami) tidak ada kabarnya, tidak ada apa-apanya sampai sekarang," kenang Sawinah, dikutip Kalimantansatu.com, Sabtu (25/4/2026).

Alhasil, Sawinah pun berperan sebagai tulang punggung keluarga. Ia berjuang membiayai pendidikan dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan penghasilan seadanya.

Sempat Tak Punya Ongkos, Sawinah Gembira Sang Anak Kembali Mengenyam Pendidikan Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto
Sempat Tak Punya Ongkos, Sawinah Gembira Sang Anak Kembali Mengenyam Pendidikan Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

Saat ini, ia mencari nafkah sebagai pedagang dengan penghasilan kotor rata-rata Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari.

Sawinah mengaku jumlah tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ia tetap berupaya mencukupkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ya dicukup-cukupkan, mau bagaimana lagi? Menghidupi anak dua," jelas dia.

Baca Juga: Mimpi Anak Pengemudi Ojol untuk Kuliah di AS Tetap Hidup Berkat Sekolah Rakyat, Ingin Jadi Data Science Analyst

Keterbatasan ekonomi tersebut rupanya juga menjadi penghambat bagi anaknya, Bayu Laksono, untuk meneruskan pendidikan ke jenjang SMP.

Awalnya, Bayu sempat bersekolah di salah satu SMP di desanya selama sebulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X