Kini SMP Negeri 3 Kunduran Blora Lebih Layak dan Nyaman Berkat Program Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB
Program revitalisasi di SMP Negeri 3 Kunduran, Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan hasil signifikan. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Program revitalisasi di SMP Negeri 3 Kunduran, Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan hasil signifikan. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, BLORA Program revitalisasi di SMP Negeri 3 Kunduran, Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan hasil signifikan.

Hingga Sabtu (25/5/2026), perbaikan sejumlah fasilitas sekolah telah rampung sehingga menghadirkan lingkungan belajar yang jauh lebih nyaman bagi siswa-siswi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pekerja masih menyelesaikan tahap akhir pembangunan, seperti perbaikan lantai di beberapa ruang.

Sementara sebagian besar pekerjaan utama telah selesai, terlihat dari genteng yang terpasang rapi, ruang kelas yang lebih layak, serta jendela-jendela yang sudah diperbaiki.

Baca Juga: Revitalisasi Sekolah SMAN 1 Jepon Hilangkan Kekhawatiran ! Sebelumnya Membahayakan Siswa, Kini Kembali Nyaman untuk Belajar

Kondisi tersebut memberikan perubahan nyata bagi suasana belajar mengajar.

Ruang kelas jadi tampak lebih terang dan bersih, mendukung kenyamanan siswa-siswi selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Program revitalisasi di SMP Negeri 3 Kunduran, Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan hasil signifikan.
Program revitalisasi di SMP Negeri 3 Kunduran, Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan hasil signifikan. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

Ketua penanggung jawab pembangunan, Suparman, menyebutkan bahwa program revitalisasi tahun ini mencakup perbaikan delapan ruang.

“Untuk tahun ini dapat rehabilitasi 8 kelas untuk ruang belajar, ruang kesenian, mushola, sama ruang aula,” ujarnya.

Baca Juga: Sempat Tak Punya Ongkos, Sawinah Gembira Sang Anak Kembali Mengenyam Pendidikan Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto

Ia menjelaskan, proses pembangunan melibatkan puluhan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Pada tahap awal, jumlah pekerja mencapai sekitar 40 orang, sebelum kemudian berkurang menjadi 35 orang seiring mendekati penyelesaian proyek.

“Kalau pekerja sekitar 35. Untuk yang terakhir ini kan pekerjaan sudah berkurang, otomatis dikurangi pekerjanya. Sebelumnya 40-an pekerja,” kata Suparman.

Menurutnya, program revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X