3. Logam Mulia
Emas dan logam mulia lain kerap dipilih sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Investasi bisa dilakukan dalam bentuk fisik seperti batangan atau koin, maupun melalui produk seperti reksa dana emas.
Instrumen ini mudah dicairkan, meski tidak memberikan pendapatan pasif.
4. Saham
Saham menawarkan potensi keuntungan besar, namun risikonya juga tinggi.
Dengan membeli saham, investor ikut memiliki sebagian perusahaan dan berpeluang mendapatkan dividen serta kenaikan nilai saham.
Investasi sejak usia muda memberi ruang pertumbuhan modal lebih panjang.
5. Obligasi Pemerintah
Instrumen ini termasuk aman karena dijamin pemerintah, contohnya Obligasi Negara Ritel (ORI).
Dengan nominal terjangkau, obligasi cocok untuk investor pemula yang mencari pendapatan tetap dari bunga.
6. Reksa Dana
Bagi generasi muda yang tidak sempat mengelola investasi secara langsung, reksa dana menjadi pilihan praktis.
Dana dikelola oleh manajer investasi profesional, dengan berbagai jenis sesuai profil risiko, mulai dari pasar uang hingga saham.
Artikel Terkait
Sudah Tahu Emas Online ? Instrumen Investasi Kekinian yang Ubah Cara Orang Menabung Emas
Membongkar Rahasia Warren Buffett yang Punya Strategi Jitu Investasi Reksa Dana Rendah Plus Obligasi Jangka Pendek, Bagaimana Caranya ?
Ketahui 4 Papan Pencatatan Bursa Saham BEI Sebelum Investasi ! Apa itu Papan Utama, Papan Ekonomi Baru, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi ?
Walau Berisiko Tinggi, Mengapa Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto ?
Tips Langkah Awal Investasi Saham di 2025: Fokus pada Konsistensi, Bukan Modal yang Besar
Selain Saham dan Sukuk di Pasar Modal, Ini 4 Instrumen Investasi Syariah yang Bisa Menjadi Alternatif untuk Umat Islam