KALIMANTANSATU.COM - Sesuai dengan ketentuan dalam POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) telah menerima surat pengunduran diri dari Yopie Tribayu selaku Direktur yang terhitung efektif sejak tanggal 23 September 2025.
"Terkait dengan permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang waktunya akan kami sampaikan lebih lanjut," terang Direktur Utama Kenny Lim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Kamis (25/9/2025).
Ia menimpali, tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan keberlangsungan usaha LCK Global Kedaton.
"Tidak berdampak signifikan," timpalnya.
Sebagai informasi, dikutip dari laman resminya, PT LCK Global Kedaton Tbk adalah perdagangan dan konstruksi telekomunikasi, instalasi, pengujian, dan commissioning / ITC, layanan pendukung untuk base transceiver (BTS), dan CME dan sudah berdiri sejak tahun 2014.
PT LCK Global Kedaton Tbk, didirikan pada tanggal 31 Juli 2013.
Pada tahun 2013 Perseroan langsung memasuki kegiatan usaha di bidang jasa services dan engineering khususnya untuk penyelenggaraan di bidang telekomunikasi yaitu Pekerjaan SIS , SITAC dan CME selain itu juga Pekerjaan Sarana Penunjang Base Transceiver Station (BTS) lainnya.
PT LCK Global Kedaton Tbk sudah melakukan hubungan kerjasama dengan di beberapa perusahaan Telekomunikasi Provider seperti PT. Kreasindo Utama Jaya Solution, PT. Telesindo Mitra Integrasi, PT Ferprina Trijaya dan PT Ardysia Pacific yang merupakan vendor dari Telkomsel, XL Axiata, Huawei, PT. Tower Bersama Group dan PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).
Dari Tahun 2013 sampai saat ini, PT LCK Global Kedaton Tbk sudah menjadi beberapa mitra Tower Provider, seperti PT. Tower Bersama Group Tbk, dan PT. Inti Bangun Sejahtera (IBS), PT. Lasmana Swasthi Prashida, PT. Karya Lintas Sejahtera, dan PT. Permata Karya Persada, PT Centratama Menara Indonesia, PT Triview Geospasial Mandiri dan PT Ferprina Trijaya
(*)
Artikel Terkait
Di Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Harapan Indonesia untuk Dunia dan Ingatkan Tantangan Global yang Terus Meningkat
Bakal Dibahas di DPR, Apakah BUMN Turun Status Jadi Badan hingga Kemungkinan Lebur dengan Danantara ?
Lanjutan Penyidikan Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Jamin Tak Ada Intervensi Meski Belum Ada Tersangka
Kelakar Donald Trump ke Presiden Prabowo Subianto Setelah Pidato Penuh Semangat hingga Pukul Meja di Sidang PBB
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, IFG Marathon 2025 Resmi Ditunda di Labuan Bajo Karena Mengutamakan Keselamatan
Wamenpar Ni Luh Puspa Pastikan Kesiapan Geopark Maros-Pangkep Sebelum Revalidasi Status Global Geopark oleh UNESCO pada Juli 2026
Kemenkes Ungkap Konsumsi Rokok Lebih Besar dari Kebutuhan Keluarga hingga Jadi Akar Penyebab Stunting ! Menkeu Purbaya Singgung Persoalan Industri
Bongkar Alasannya ! Nasib Tax Amnesty era Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Kebijakan yang Dituding Upaya Selundup Duit hingga Dikecam Buruh
Tegas ! Presiden Prabowo Subianto: 'Perdamaian Palestina-Israel Takkan Datang Jika Keamanan Tak Dijamin'
JCR Pertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ Dengan Outlook Stabil, Begini Respons Gubernur BI Perry Warjiyo