KALIMANTANSATU.COM - Setelah mengumumkan ekspor perdana ke Amerika Serikat beberapa Minggu lalu, kini PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) menginformasikan pencapaian strategis lainnya dengan diperolehnya fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2025.
Pemberian fasilitas KITE ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap perusahaan berorientasi ekspor dan menjadi validasi atas kapabilitas produksi serta kepatuhan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk terhadap standar global.
Dengan fasilitas ini, produsen perangkat elektronik itu akan mendapatkan pembebasan Bea Masuk serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tidak dipungut atas impor bahan baku, komponen, dan barang lain yang akan diolah untuk tujuan ekspor.
"Memperoleh fasilitas KITE adalah sebuah lompatan besar bagi kami dalam memperkuat posisi di pasar internasional," ujar Direktur Zyrexindo Mandiri Buana, Antoni dalam keterangannya dikutip Kalimantansatu.com dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/9/2025).
Lanjut Antoni, fasilitas KITE ini akan secara signifikan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan membuat harga produk Zyrex menjadi jauh lebih kompetitif di pasar global.
"Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Zyrex sebagai merek Indonesia yang mendunia," timpal Antoni.
Pencapaian ini, terang Antoni, datang di saat yang tepat. Seiring dengan dimulainya ekspansi ekspor perusahaan ke pasar Amerika Serikat.
Efisiensi yang didapat dari fasilitas KITE akan memberikan keunggulan kompetitif tambahan, terutama dalam menjaga arus kas serta dalam menghadapi dinamika pasar dan kebijakan tarif internasional.
"Langkah ini menegaskan kembali komitmen PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan ekspor nasional dan membuktikan bahwa industri manufaktur teknologi Indonesia mampu bersaing di kancah dunia," tegasnya.
"Perusahaan akan terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasarnya, membuktikan bahwa industri lokal dapat memproduksi produk berkualitas yang dipercaya oleh pasar internasional," pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
JCR Pertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ Dengan Outlook Stabil, Begini Respons Gubernur BI Perry Warjiyo
Kabar Saham Hari Ini : Yopie Tribayu Mundur dari Direktur LCK Global Kedaton (LCKM)
Kabar Saham Hari Ini : Kapan Jadwal RUPS PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) ? Cek Lokasi, Ada 2 Agenda Khusus RUPSLB
Kabar Saham Hari Ini : Komisaris Utama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk Pudji Harianto Beli Saham UFOE, Jumlah Kepemilikannya Bertambah Jadi Segini
Terpantau Dua Kali Transaksi ! Pengendali Era Mandiri Cemerlang Jual Saham IKAN Sebanyak 20 Juta Lembar, Segini Duit yang Dikantongi dan Sisa Sahamnya
Pendirian PT MSIG Syariah Life Insurance Indonesia Disetujui RUPSLB MSIG Life Insurance Indonesia (LIFE), Cek Susunan Direksi dan Dewan Komisarisnya
Kabar Saham Hari Ini : Kenapa Anak Usaha Diamond Food Indonesia (DMND) Digugat PKPU ? Begini Penjelasan Manajemen dan Langkah yang Diambil
Ketergantungan Bukit Asam (PTBA) Terhadap Batu Bara di Tengah Tren Energi Hijau, Apakah Klaim Berhasil Tekan Emisi Karbon Hanya Manis di Bibir Saja ?
Jaringan Sindikat Pembobolan Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar Terbongkar ! 9 Tersangka Ditangkap, Bagaimana Modusnya ?
RUPTL 2025–2034 Hijau PLN : Rencana Ambisius yang Masih Terganjal Batu Bara, Akankah Hanya Menjadi Angka di Atas Kertas ?