Sedangkan produksi logam timah turun 25% menjadi 10.855 metrik ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14.440 metrik ton.
Adapun sampai dengan September 2025 penjualan logam timah turun 30% menjadi 9.469 metrik ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13.441 metrik ton.
Perseroan mencatatkan penjualan logam timah domestik sebesar 7% dan ekspor logam timah sebesar 93% dengan 6 besar negara tujuan ekspor meliputi Jepang 19%; Singapura 19%; KoreaSelatan 18%; Belanda 9%; Italia 4%; dan USA 4%.
Fokus pada pasar ekspor terutama di Asia Pasifik, Eropa dan Amerika, memungkinkan Perseroan memanfaatkan sentimen positif permintaan dari Jepang maupun China, yang dianggap sebagai pendorong utama kenaikan harga timah.
Pada 9M 2025 harga jual rata-rata logam timah Perseroan sebesar USD33.596 per metrik ton, naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD31.183 per metrik ton.
Kinerja Keuangan TINS
Di 9M 2025 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp6,6 triliun dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp1,5 triliun sehingga mencatatkan laba bersih di 9M 2025 sebesar Rp602 miliar atau 78% dari target yang sudah ditentukan Perseroan yaitu Rp774 miliar.
Nilai aset Perseroan pada 9M 2025 naik 7% menjadi Rp13,7 triliun dari Rp12,80 triliun pada akhir tahun 2024.
Sedangkan posisi liabilitas Perseroan sebesar Rp6,1 triliun, naik 14% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp5,3 triliun dikarenakan naiknya utang usaha dan pinjaman bank jangka pendek.
Posisi ekuitas sebesar Rp7,61 triliun mengalami kenaikan 2% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 sebesar Rp7,45 triliun, dikarenakan laba positif yang dibukukan Perseroan sampai dengan 9M 2025.
Kinerja keuangan Perseroan mencerminkan kondisi yang sehat dan stabil.
Hal ini tercermin dari sejumlah indikator penting, seperti Quick Ratio yang mencapai 32,8%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa bergantung pada persediaan.
Current Ratio yang berada di angka 177,8% memberikan gambaran bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang aman untuk pemenuhan kewajiban jangka pendek.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Harry Latif Mundur dari Direktur Adira Dinamika Multifinance (ADMF), Ini Riwayat Karier dan Pendidikannya
Kabar Saham Hari Ini : Rilis Laporan Keuangan Kuartal III 2025, Pendapatan ABM Investama (ABMM) Turun 12,5% Secara Tahunan, Ini Penyebabnya
Kabar Saham Hari Ini : Mengulik Laporan Keuangan MNC Kapital Indonesia (BCAP) di Kuartal III 2025, Laba Bersih Melonjak Sebesar 30,6% yoy
Kabar Saham Hari Ini : PT Jasnita Telekomindo Tbk Jalin Kerja Sama Strategis dengan Perusahaan Teknologi China Xiaowei Technology (Zhuhai) Co. Ltd
Kabar Saham Hari Ini : Terjadi Dugaan Penggelapan Dana di Toba Surimi Industries oleh Oknum Internal ! Begini Penjelasan Manajemen CRAB
Kabar Saham Hari Ini: Laba Bersih Rp1,18 Triliun Sampai September 2025, Avian Brands Bakal Bagi Dividen Dividen Interim Lebih dari Rp600 M, Cek Jadwal
Kabar Saham Hari Ini : Green Power Group (LABA) Dirikan Anak Usaha Baru, Gandeng Perusahaan Asal Tiongkok Suzhou Xuran Plastic Co., Ltd
Kabar Saham Hari Ini : Kaza Mall Surabaya Hadirkan Tenant Baru, Lengkapi Pilihan Fashion Kawasan Komersial Milik PP Properti (PPRO)
Kabar Saham Hari Ini : Rilis Laporan Keuangan Kuartal III 2025, Laba Bersih Habco Trans Maritima (HATM) Turun 3% ! Apa Penyebabnya ?
Kabar Saham Hari Ini : PTPP Teken Kontrak Pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif di IKN Senilai Rp1,9 Triliun ! Kapan Mulai Pelaksanaannya ?